<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Joulecar &#187; ikemas</title>
	<atom:link href="http://joulecar.web.id/category/ikemas/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://joulecar.web.id</link>
	<description>berbagi cerita dengan kata-kata</description>
	<lastBuildDate>Mon, 14 May 2012 07:19:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Dari Pelabuhan Ratu, Sawarna Hingga Bayah</title>
		<link>http://joulecar.web.id/2012/02/sawarna-bayah/</link>
		<comments>http://joulecar.web.id/2012/02/sawarna-bayah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Feb 2012 17:01:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joulecar</dc:creator>
				<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[ikemas]]></category>
		<category><![CDATA[share]]></category>
		<category><![CDATA[Touring]]></category>
		<category><![CDATA[bayah]]></category>
		<category><![CDATA[karang hawu]]></category>
		<category><![CDATA[pelabuhan ratu]]></category>
		<category><![CDATA[sawarna]]></category>
		<category><![CDATA[tanjung layar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joulecar.web.id/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[Long weekend, sebuah istilah yang dapat membuat jalan keluar Jakarta menjadi padat. Semua warga Ibu Kota berbondong-bondong memanfaatkan waktu luang tersebut untuk merefresh kembali otak mereka yang penuh dengan pekerjaan dan penatnya Jakarta. Tak jauh berbeda dengan aku, 23 Januari 2012 merupakan hari Senin yang bertepatan dengan hari Imlek. Lumayan, ada libur tiga hari mulai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Long weekend, sebuah istilah yang dapat membuat jalan keluar Jakarta menjadi padat. Semua warga Ibu Kota berbondong-bondong memanfaatkan waktu luang tersebut untuk merefresh kembali otak mereka yang penuh dengan pekerjaan dan penatnya Jakarta.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak jauh berbeda dengan aku, 23 Januari 2012 merupakan hari Senin yang bertepatan dengan hari Imlek. Lumayan, ada libur tiga hari mulai dari hari sabtu hingga senin. Bersama beberapa teman telah merencanakan agenda untuk memanfaatkan momentum ini dengan kegiatan di luar Jakarta. Pantai Sawarna menjadi tujuan utama kami, mengingat disekitar pantai tersebut masih banyak obyek wisata yang dapat kami kunjungi. Kali ini kami mengambil rute Depok &#8211; Bogor &#8211; Cikidang &#8211; Pelabuhan Ratu &#8211; Bayah. Peserta berjumlah 8 orang dengan 4 sepeda motor.</p>
<p style="text-align: justify;">Berangkat dari Depok pada pukul 5 pagi, rombongan menuju terminal Baranangsiang, Bogor untuk menjemput seorang teman. Jam 6 pagi kami memutuskan untuk beristirahat sejenak di bogor sambil menyabu di warung bubur pinggir jalan. Setelah itu perjalanan dilanjutkan, sekitar pukul 7 pagi rombongan kembali beristirahat di sebuah pom bensin sekitar Cicurug. Istirahat kali ini cukup lama, karena 4 orang rombongan harus mengantri untuk &#8220;ritual pagi&#8221;. Sekitar 1 jam kami beristirahat, perjalanan kami lanjutkan.<span id="more-379"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya sampai juga ke wilayah Cikidang. Di jalur ini medan cukup berat, jalanan yang basah, menanjak dan berkelok-kelok membuat rombongan harus ekstra hati-hati. Disini ada motor seorang teman yang mengalami rem blong, karena kehabisan oli cakram, sehingga kami harus kembali berhenti di sebuah bengkel untuk membenahinya.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://lh5.googleusercontent.com/-cQYOw1AaexA/TzaWFKHGN2I/AAAAAAAADz8/zqa0Ra039dk/s640/405532_3132123390895_1499085999_3018096_1312836885_n.jpg"><img class=" " title="Karang Hawu" src="http://lh5.googleusercontent.com/-cQYOw1AaexA/TzaWFKHGN2I/AAAAAAAADz8/zqa0Ra039dk/s640/405532_3132123390895_1499085999_3018096_1312836885_n.jpg" alt="Karang Hawu" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Pantai Karang Hawu</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Sekitar pukul 10, rombongan telah menginjakkan kaki di Pelabuhan Ratu. Disana kami beristirahat sambil menikmati mie ayam di tepi pantai. Lelah sudah mulai berkurang, saatnya kembali melanjutkan perjalanan. Pemberhentian selanjutnya adalah Pantai Karanghawu. Disana kami disuguhkan pantai dengan hamparan karang dan suara deburan ombak yang menghantam karang. Di pantai ini kami menikmati suasana sambil menyegarkan diri dengan es degan.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://lh3.googleusercontent.com/-UyAyJd5QIk8/TzaWAV33laI/AAAAAAAADzs/76-tbnI6YQE/s640/396040_3132130471072_1499085999_3018107_1770212800_n.jpg"><img class=" " title="Selamat Datang di Sawarna" src="http://lh3.googleusercontent.com/-UyAyJd5QIk8/TzaWAV33laI/AAAAAAAADzs/76-tbnI6YQE/s640/396040_3132130471072_1499085999_3018107_1770212800_n.jpg" alt="Selamat Datang di Sawarna" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Selamat Datang di Sawarna</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan kembali kami lanjutkan. Disepanjang jalan, pemandangan pantai dan tebing banyak kami jumpai. Indahnya alam membuat rasa lelah ini seperti tak terasa. Pukul 3 sore kami sampai di desa sawarna. Untuk memasuki desa ini, kami harus menyeberang melalui jembatan gantung. Disana kami sempat kesulitan menemukan homestay karena ada rombongan dari semarang yang telah membooking hampir semua homestay yang ada. Setelah berbincang dengan warga setempat, akhirnya kami memutuskan untuk menginap di rumah salah seorang warga. Disana hanya tinggal tersisa 1 kamar, sehingga rombongan yang cowok harus tidur di ruang tamu.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://lh6.googleusercontent.com/-2_beBZURmuo/TzaV_fJG6qI/AAAAAAAADzk/-kXThGHaT_0/s640/325658_3136782787377_1499085999_3019512_2015186919_o.jpg"><img class=" " title="Jembatan Desa Sawarna" src="http://lh6.googleusercontent.com/-2_beBZURmuo/TzaV_fJG6qI/AAAAAAAADzk/-kXThGHaT_0/s640/325658_3136782787377_1499085999_3019512_2015186919_o.jpg" alt="Jembatan Desa Sawarna" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Jembatan Desa Sawarna</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Kami hanya menyewa tempat, karena memang dari awal kami berencana untuk memasak sendiri. Lokasi belanja bahan masakan cukup jauh, yakni di Bayah yang berjarak sekitar 6 km dari Desa Sawarna. Setelah berbelanja, kami langsung menuju pantai Sawarna untuk menikmati sunset. Mendung tipis memang menghalangi matahari di ufuk barat, namun itu semua tak mengurangi keceriaan kami bermain di pantai. Ombak di pantai ini memang sangat bagus, banyak yang memanfaatkan untuk surfing. Suasana gelap sudah menyelimuti pantai, saatnya kami kembali ke penginapan untuk memasak makan malam dan beristirahat.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://lh4.googleusercontent.com/-ZXcJ9_NIoiw/TzaWCvs_PHI/AAAAAAAADz0/UmoZpPDVG_8/s640/398762_3132145311443_1499085999_3018127_1640924214_n.jpg"><img class=" " title="Sepanjang Pantai Sawarna" src="http://lh4.googleusercontent.com/-ZXcJ9_NIoiw/TzaWCvs_PHI/AAAAAAAADz0/UmoZpPDVG_8/s640/398762_3132145311443_1499085999_3018127_1640924214_n.jpg" alt="Sepanjang Pantai Sawarna" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Sepanjang Pantai Sawarna</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Pagi harinya kami kembali memasak sarapan, kali ini menunya nasi goreng. Setelah sarapan, perjalanan kami lanjutkan dengan berjalan kaki. Sekitar setengah jam menyusuri pantai, sampailah kami ke Tanjung Layar. Sebuah pantai yang dikelilingi karang dengan cirihas dua buah karang besar yang menonjol.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://lh4.googleusercontent.com/-qc9QW9xPsf8/TzaV4xm-LUI/AAAAAAAADzc/ugW3VnTlNT8/s640/328728_3136788227513_1499085999_3019526_169123356_o.jpg"><img class=" " title="Tanjung Layar" src="http://lh4.googleusercontent.com/-qc9QW9xPsf8/TzaV4xm-LUI/AAAAAAAADzc/ugW3VnTlNT8/s640/328728_3136788227513_1499085999_3019526_169123356_o.jpg" alt="Tanjung Layar" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Tanjung Layar</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Setelah dari Tanjung Karang, kami menuju penginapan untuk bebersih dan checkout. Perjalanan kami lanjutkan ke daerah Bayah, disana kami kembali menyewa sebuah penginapan untuk meletakkan barang bawaan kami. Setalah dari penginapan, kami menuju ke sebuah gua (lupa namanya) di sekitar sawarna. Cukup sulit untuk mencapai gua tersebut, karena kami harus melewati hamparan pantai yang panjang. Gua tersebut dipenuhi kelelawar, sehingga kami hanya bisa memandangnya dari luar.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://lh5.googleusercontent.com/-VHo6_gcR-Ks/TzaWFcGt8cI/AAAAAAAAD0A/0WYBxwI2VW8/s640/401983_3132150191565_1499085999_3018133_1525737993_n.jpg"><img class=" " title="Pantai Dekat Gua" src="http://lh5.googleusercontent.com/-VHo6_gcR-Ks/TzaWFcGt8cI/AAAAAAAAD0A/0WYBxwI2VW8/s640/401983_3132150191565_1499085999_3018133_1525737993_n.jpg" alt="Pantai Dekat Gua" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Pantai Dekat Gua (entah apa namanya)</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Setelah matahari hampir tenggelam, kami menuju ke Pulau Manuk untuk menikmati sunset. Disana kami bermain air karena memang ombaknya yang tak cukup besar dan tidak terlalu berbahaya karena tidak menghadap langsung ke laut lepas. Malam telah menyelimuti pulau Manuk, rombonganpun kembali menuju penginapan mengendarai motor dengan pakaian yang basah.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah bebersih, kami mencari makan malam. Kurang afdhol rasanya kalo bermain di pantai tanpa menikmati ikan bakar. Akhirnya kami membeli ikan bakar untuk disantap bersama di penginapan.  Sore ini adalah obyek wisata terahir yang kami kunjungi. Kami harus beristirahat karena besok pagi harus melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://lh6.googleusercontent.com/-m625vCtl7Pw/TzaZPxIU3GI/AAAAAAAAD0c/va6nhfShxUw/s640/403720_3132154151664_1499085999_3018138_619794516_n.jpg"><img class=" " title="Pulau Manuk" src="http://lh6.googleusercontent.com/-m625vCtl7Pw/TzaZPxIU3GI/AAAAAAAAD0c/va6nhfShxUw/s640/403720_3132154151664_1499085999_3018138_619794516_n.jpg" alt="Pulau Manuk" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Pulau Manuk</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Alhamdulillah, kami bersyukur karena dua hari perjalanan tidak turun hujan. Baru paginya hujan turun dengan lebatnya, seolah menahan kami untuk tidak meninggalkan bayah. Setelah hujan agak reda, kami memaksakan untuk melanjutkan perjalanan dengan mengenakan jas hujan. Rute yang kami tempuh kali ini adalah arah Pelabuhan Ratu &#8211; Warungkiara &#8211; Cibadak &#8211; Bogor &#8211; Depok.</p>
<p><iframe width="500" height="281" src="http://www.youtube.com/embed/r5FR2Vnxe2w?fs=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joulecar.web.id/2012/02/sawarna-bayah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menikmati Kesunyian Gunung Halimun Salak</title>
		<link>http://joulecar.web.id/2012/02/halimun-salak/</link>
		<comments>http://joulecar.web.id/2012/02/halimun-salak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 04:12:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joulecar</dc:creator>
				<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[ikemas]]></category>
		<category><![CDATA[pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[share]]></category>
		<category><![CDATA[Touring]]></category>
		<category><![CDATA[bogor]]></category>
		<category><![CDATA[halimun]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[salak]]></category>
		<category><![CDATA[sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[taman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joulecar.web.id/?p=372</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu, 12 November 2011 tak bedanya dengan hari sabtu Lain. Namun kali ini kami membuat rencana untuk menyegarkan otak yang mulai penat dengan kerjaan. Dimulai dari ide seorang kawan untuk menjelajahi taman nasional Gunung Halimun (TNGH), kami pun mulai membuat rencana dan rute yang akan kami tempuh dengan motor. Akhirnya kami memutuskan untuk mengambil jalur [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sabtu, 12 November 2011 tak bedanya dengan hari sabtu Lain. Namun kali ini kami membuat rencana untuk menyegarkan otak yang mulai penat dengan kerjaan. Dimulai dari ide seorang kawan untuk menjelajahi taman nasional Gunung Halimun (TNGH), kami pun mulai membuat rencana dan rute yang akan kami tempuh dengan motor. Akhirnya kami memutuskan untuk mengambil jalur Depok-Bogor-Parungkuda-Kabandungan-TNGH</p>
<p style="text-align: justify;">Hanya tiga orang yang berangkat, namun itu tidak menyurutkan semangat kami untuk menuju salah satu taman nasional di Jawa Barat tersebut. Jumat malam, kami berkumpul di Depok. Sabtu pagi, pukul 04.00 kami memulai perjalanan dari depok dengan arah Jalan Sukabumi. Pukul 05.30 kami beristirahat dan sholat Subuh di daerah cicurug, sekalian mencari sarapan dan menunaikan beberapa ritual pagi <img src='http://joulecar.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p style="text-align: justify;">Di pertigaan Parungkuda, kami ambil jalur ke kanan untuk menuju Gunung Halimun. Cukup senang rasanya ketika pukul 07.00 kami menemukan pos pengunjung TNGH di Kabandungan, tanpa basa basi kami pun langsung masuk dan melapor. Sedikit tercengang ketika penjaga mengatakan bahwa TNGH masih sekitar 30km. Sial, dikira sudah dekat. Kami pun kembali melanjutkan perjalanan, dengan perkiraan 1 jam perjalanan akan sampai ke tujuan. Namun harapan itu mulai sirna ketika kami menemukan jalan yang semakin kecil dan sangat menyiksa bagi pengendara motor. Karena jalan tersebut hanya berupa tumpukan batu yang tajam dan cukup licin. Kami masih terus optimis dan berharap jalan batu akan berahir beberapa kilo meter lagi.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="https://lh3.googleusercontent.com/-PfzeR019_TE/TsILCIxkK1I/AAAAAAAADrk/oiKbsGQisEo/s640/DSC00680.JPG"><img class=" " title="TNGH" src="https://lh3.googleusercontent.com/-PfzeR019_TE/TsILCIxkK1I/AAAAAAAADrk/oiKbsGQisEo/s640/DSC00680.JPG" alt="TNGH" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Plang Selamat Datang TNGH</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-372"></span>Kami cukup lega ketika mendapatkan sebuah papan selamat datang, ditengah hutan yang cukup sunyi, tak ada suara kendaraan selain dari dua motor yang kami tunggangi. Tak lama kemudian ada suara truk dari arah berlawanan. Kami pun bertanya kepada sopir truk tentang jarak ke TNGH. Sekali lagi kami tercengang ketika sopir itu mengatakan jaraknya masih sekitar 15 km lagi, dan apes nya lagi jalan yang akan dilewati semuanya adalah jalan batu. Akhirnya kami beristirahat sejenak sambil menghela nafas. Meregangkan otot-otot yang lelah menahan stang motor untuk tetap jalan stabil. Foto-foto narsis di tengah rindangnya hutan menjadi opsi wajib.</p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan kami lanjutkan, dengan hati-hati kami berjalan ditengah licinnya jalanan batu. Sesekali kami menemui sekelompok warga yang nampaknya akan pergi ke hajatan di desa seberang (seberang gunung kali ya).  Sekitar pukul 11.30 kami sampai ke Research Station Cikaniki, disana kami menemui seorang penjaga dan berbincang tentang TNGH. Kami memarkirkan motor disana dan melanjutkan berjalan ke tengah hutan untuk menikmati udara segar. Nampaknya hujan akan segera turun, dan kami pun kembali ke research station untuk berteduh.</p>
<p style="text-align: justify;">Hujan sudah reda, kami pun melanjutkan perjalanan untuk mencari penginapan. Sekitar 5km dari research station kami mendapati sebuah kampung kecil yang bernama Citalahap. Disana terdapat rumah-rumah warga yang sekaligus sebagai homestay untuk para wisatawan. Tempatnya sungguh asri, sunyi dan warganya sangat ramah.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://lh4.googleusercontent.com/-WlilJwWPcoc/TsINSNyFQtI/AAAAAAAADs0/Oqv4hYLkvuI/s640/DSC00699.JPG"><img class=" " title="Curug Macan" src="http://lh4.googleusercontent.com/-WlilJwWPcoc/TsINSNyFQtI/AAAAAAAADs0/Oqv4hYLkvuI/s640/DSC00699.JPG" alt="Curug Macan" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Plang menuju ke Curug Macan</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Setelah beristirahat sejenak dan menaruh bekal di penginapan, kami pun melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki menuju Curug Macan yang berjarak kurang lebih 2km. Nampaknya taman nasional ini kurang terawat, banyak fasilitas yang rusak dan tidak dapat dipakai lagi.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://lh3.googleusercontent.com/-udDTNBLCjfw/TsIO6w2p_7I/AAAAAAAADt0/Oly3ekKOUwE/s640/DSC00731.JPG"><img class=" " title="Indahnya Pemandangan" src="http://lh3.googleusercontent.com/-udDTNBLCjfw/TsIO6w2p_7I/AAAAAAAADt0/Oly3ekKOUwE/s640/DSC00731.JPG" alt="Indahnya Pemandangan" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Indahnya Pemandangan</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Setelah puas berfoto dan bermain air di curug macan, kami pun kembali ke penginapan. Untuk makan malam, kami memasak mie instan yang telah kami bawa dan mendapatkan nasi putih dari pemilik rumah. Alhamdulillah, sebuah perjalanan yang cukup berkesan untuk menutup hari ini dengan mimpi.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://lh5.googleusercontent.com/-B2AgEL68qPE/TsIOehzILfI/AAAAAAAADtk/oYKobbvIxsg/s640/DSC00720.JPG"><img class=" " title="HomeStay" src="http://lh5.googleusercontent.com/-B2AgEL68qPE/TsIOehzILfI/AAAAAAAADtk/oYKobbvIxsg/s640/DSC00720.JPG" alt="HomeStay" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Rumah yang kami singgahi</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Pagi hari, kami menuju ke tempat yang konon sering muncul elang jawa. Kami duduk-duduk disana menanti elang jawa sambil menghirup segarnya udara yang ga akan kami temui di Jakarta. Setelah sekian lama menunggu, kami tak menemukan satu pun sosok elang, Mungkin karena kami kesiangan. Kembali, foto narsis pun menjadi pilihan.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah agak siang, kami pun memutuskan untuk kembali. Mandi Pagi dan sarapan di homestay menjadi lebih nikmat karena pikiran kami benar-benar segar dan suasana yang sangat berbeda dari sumpeknya Jakarta. Kami pun berkemas untuk kembali ke Jakarta. Kali ini kami memilih jalur yang berbeda dari jalur berangkat. Dari Citalahap, kami menuju arah Malasari yang memiliki jalur batu lebih pendek.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://lh6.googleusercontent.com/-J23m0Fn0N8Q/TsIQL864cYI/AAAAAAAADuc/tHgVoYcRX3M/s640/DSC00757.JPG"><img class=" " title="Pintu Selamat Datang" src="http://lh6.googleusercontent.com/-J23m0Fn0N8Q/TsIQL864cYI/AAAAAAAADuc/tHgVoYcRX3M/s640/DSC00757.JPG" alt="Selamat Datang" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Gerbang masuk dari arah Malasari</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Setelah sampai malasari, kami tidak langsung mengambil jalur ke bogor. Terlebih dahulu kami menuju tempat yang dahulunya digunakan sebagai kantor administrasi sementara Bogor pada saat penjajahan. Disana kami pun berbincang dengan sesepuh desa, dan mendapatkan cerita tentang perjuangan para warga untuk menyelamatkan bogor dan tetap menjadikan bogor sebagai kuasa pribumi.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari sudah semakin siang, kami pun memutuskan untuk kembali. Jalur ke Bogor cukup terjal. dan beberapa kali pembonceng harus berjalan kaki karena motor tak sanggup untuk melewati tanjakan yang sangat tinggi. Akhirnya kami pun sampai Bogor pada jam 14.00.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil makan siang dan ngobrol, kami membuat rencana selanjutnya. Pada hari  itu Timnas Seagames akan menjamu Thailand di GBK. Karena diperkirakan pukul 18.00 kami belum sampai rumah masing-masing, akhirnya kami memutuskan untuk langsung menuju GBK untuk memberikan semangat pada garuda muda.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://lh3.googleusercontent.com/-iSSKp0YQS7E/TsIRoYWraQI/AAAAAAAADvU/DPnQABLB_P0/s640/DSC00770.JPG"><img class=" " title="Tiket GBK" src="http://lh3.googleusercontent.com/-iSSKp0YQS7E/TsIRoYWraQI/AAAAAAAADvU/DPnQABLB_P0/s640/DSC00770.JPG" alt="Tiket GBK" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Tiket Indonesia vs Thailand</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan pun berahir, setelah nonton sepak bola dan dilanjutkan makan malam, kami kembali ke rumah masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">Galery : <a title="Galery di picasa" href="http://picasaweb.google.com/112387343562660580824/HalimunGBK#" target="_blank">Picasa</a></p>
<p style="text-align: justify;">Video : <a title="Video di Youtube" href="http://www.youtube.com/watch?v=4gYVTUze0hI" target="_blank">Yutube</a></p>
<p><iframe width="500" height="375" src="http://www.youtube.com/embed/4gYVTUze0hI?fs=1&#038;feature=oembed" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joulecar.web.id/2012/02/halimun-salak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mudik Bareng IKEMAS</title>
		<link>http://joulecar.web.id/2009/09/mudik-bareng-ikemas/</link>
		<comments>http://joulecar.web.id/2009/09/mudik-bareng-ikemas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 07:09:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joulecar</dc:creator>
				<category><![CDATA[ikemas]]></category>
		<category><![CDATA[IT Telkom]]></category>
		<category><![CDATA[mudik]]></category>
		<category><![CDATA[share]]></category>
		<category><![CDATA[sukoharjo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joulecarz.wordpress.com/2009/09/13/mudik-bareng-ikemas</guid>
		<description><![CDATA[Tak terasa ramadhan dah hampir usai. Libur lebaran pun dah dimulai. Saat-saat inilah para perantau sibuk mempersiapkan diri untuk menuju kampung halaman. Tak berbeda dengan mahasiswa IT Telkom. Kekhawatiran kehabisan tiket adalah suatu hal yang sangat membebani pikiran.Tahun lalu IKEMAS (Ikatan Keluarga Mahasiswa Sukoharjo) bersama-sama mudik menggunakan jasa angkutan &#8220;Jalan Besi&#8221;. Pencarian tiket pada hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;">Tak terasa ramadhan dah hampir usai. Libur lebaran pun dah dimulai. Saat-saat inilah para perantau sibuk mempersiapkan diri untuk menuju kampung halaman. Tak berbeda dengan mahasiswa <a href="http://www.ittelkom.ac.id">IT Telkom</a>. Kekhawatiran kehabisan tiket adalah suatu hal yang sangat membebani pikiran.<br />Tahun lalu <a href="http://ikemasstt.wordpress.com">IKEMAS</a> (Ikatan Keluarga Mahasiswa Sukoharjo) bersama-sama mudik menggunakan jasa angkutan &#8220;Jalan Besi&#8221;. Pencarian tiket pada hari pertama pun gagal walau jam 5 pagi sudah ke stasiun Bandung, Akhirnya di hari berikutnya, dengan tekat yang kuat, beberapa perwakilan <a href="http://ikemasstt.wordpress.com">IKEMAS</a> menuju stasiun pada pukul 2 pagi. Alhamdulillah muding bareng pertama pun terselenggara meski hanya sebagian kecil yang bisa ikut.</p>
<p><a href="http://s486.photobucket.com/albums/rr222/zulkar_9/IKEMAS/?action=view&amp;current=joulecar135.jpg" target="_blank"><img src="http://i486.photobucket.com/albums/rr222/zulkar_9/IKEMAS/joulecar135.jpg" alt="Photobucket" width="440" border="0" /></a></p>
<p>Pada tahun ini, tekat untuk kembali mudik bareng berusaha direalisasikan. Kali ini <a href="http://ikemasstt.wordpress.com">IKEMAS </a>memilih menggunakan moda transportasi darat, yaitu bus. Kali ini Rencana mudik kali ini tidaklah semulus apa yang direncanakan. Banyak warga <a href="http://ikemasstt.wordpress.com">IKEMAS</a> yang ketakutan kehabisan tiket, sehingga banyak yang terlebih dahulu tlah membeli tiket kereta. Kekhawatiran kekurangan peserta pun muncul. Namun alhamdulillah kekhawatiran itu sirna setelah 30 warga <a href="http://ikemasstt.wordpress.com">IKEMAS</a> mendaftar mudik bareng, dan ditambahi 14 peserta dari Jogja. Sehingga bus yang berkapasitas 44 kursi pun terisi penuh.</p>
<p><a href="http://s486.photobucket.com/albums/rr222/zulkar_9/IKEMAS/?action=view&amp;current=joulecar140.jpg" target="_blank"><img src="http://i486.photobucket.com/albums/rr222/zulkar_9/IKEMAS/joulecar140.jpg" alt="Photobucket" width="440" border="0" /></a></p>
<p>Bus Bogor Jaya yang akan digunakan telah standby di depan kampus sejak siang hari. Peserta mudik bareng sudah mulai berkumpul pada sore hari, pukul 17.00. Namun pada pukul 17.30 masih ada beberapa peserta yang belum berkumpul, sehingga keberangkatan ditunda sampai setelah buka puasa dan shalat magrib. Waktu menunjukkan pukul 18.50 saat bus meninggalkan Telkom Education Park. Kegembiraan tampak diwajah peserta mudik bareng yang asik bercengkrama dengan &#8220;keluarga&#8221; di dalam bus. Tak terasa waktu tlah menunjukkan pukul 23.00 ketika bus berhenti karena mengganti ban yang bocor. Setelah itu perjalanan dilanjutkan.</p>
<p><a href="http://s486.photobucket.com/albums/rr222/zulkar_9/IKEMAS/?action=view&amp;current=joulecar139.jpg" target="_blank"><img src="http://i486.photobucket.com/albums/rr222/zulkar_9/IKEMAS/joulecar139.jpg" alt="Photobucket" width="440" border="0" /></a></p>
<p>Bus kembali berhenti pada pukul 2.30 di daerah Karanganyar, Kebumen untuk makan sahur. Pukul 5.30 bus telah memasuko Kota Gudeg. Jalan Jogja-Solo pun menjadi salah satu saksi bisu mudik bareng IKEMAS 2009 ini. Pukul 6.45 pun bus tlah memasuki ujung barat Kabupaten Sukoharjo, yaitu di wilayah Kecamatan Gatak. Cerita pun berakhir karena sang <a href="http://www.joulecar.co.cc">penulis </a>turun di wilayah tersebut, tepatnya di pasar Sraten, Gatak.</p>
<p><a href="http://s486.photobucket.com/albums/rr222/zulkar_9/IKEMAS/?action=view&amp;current=joulecar136.jpg" target="_blank"><img src="http://i486.photobucket.com/albums/rr222/zulkar_9/IKEMAS/joulecar136.jpg" alt="Photobucket" width="440" border="0" /></a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joulecar.web.id/2009/09/mudik-bareng-ikemas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

