<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Joulecar &#187; mudik</title>
	<atom:link href="http://joulecar.web.id/category/mudik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://joulecar.web.id</link>
	<description>berbagi cerita dengan kata-kata</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Dec 2011 07:42:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Godril</title>
		<link>http://joulecar.web.id/2011/12/godril/</link>
		<comments>http://joulecar.web.id/2011/12/godril/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 07:42:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joulecar</dc:creator>
				<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[mudik]]></category>
		<category><![CDATA[pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[share]]></category>
		<category><![CDATA[sukoharjo]]></category>
		<category><![CDATA[entut]]></category>
		<category><![CDATA[godril]]></category>
		<category><![CDATA[munggur]]></category>
		<category><![CDATA[trembesi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joulecar.web.id/?p=369</guid>
		<description><![CDATA[Seperti hari-hari sebelumnya, setelah jam istirahat adalah saatnya menyapa teman-teman di YM. Ngobrol ngalor ngidul untuk merefreshkan otak yang dijejali pekerjaan sejak pagi. Entah dimulai darimana, obrolan kali ini membahas mengenai sebuah biji yang menakjubkan dan langka (saat ini). Meskipun pada saat saya kecil dulu biji ini sangat mudah ditemukan. Godril, itu lah namanya. Mungkin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti hari-hari sebelumnya, setelah jam istirahat adalah saatnya menyapa teman-teman di YM. Ngobrol ngalor ngidul untuk merefreshkan otak yang dijejali pekerjaan sejak pagi.</p>
<p>Entah dimulai darimana, obrolan kali ini membahas mengenai sebuah biji yang menakjubkan dan langka (saat ini). Meskipun pada saat saya kecil dulu biji ini sangat mudah ditemukan. Godril, itu lah namanya. Mungkin nama tersebut tidak asing bagi pembaca yang tinggal di desa. Karena pohon tersebut dahulu banyak ditemukan di pinggir jalan desa ataupun di jalan yang menghubungkan persawahan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="godril" src="http://farm4.static.flickr.com/3034/2433072735_cd52cdf310.jpg" alt="" width="350" height="208" /><span id="more-369"></span></p>
<p>Godril sendiri merupakan biji dari pohon Trembesi, atau biasa juga disebut wit munggur (yen ra kliru lho!). Pohon yang bernama latin <strong><em>Samanea saman</em></strong> atau juga disebut Ki Hujan ini merupakan pohon yang sangat rindang. Disebut ki Hujan (Pohon Hujan) karena pohon ini sering meneteskan air dari tajuknya. Pohon ini biasanya berbentuk seperti payung, mampu menyerap banyak air dan menyerap banyak CO2. Sehingga pohon ini banyak digunakan untuk penghijauan. Namun pohon ini mempunyai struktur akar yang melebar. Akar-akar tersebut dapat merusak bangunan disekitarnya, sehingga kurang tepat jika ditanam dipekarangan yang berdekatan dengan bangunan rumah.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="aligncenter" title="trembesi" src="http://alamendah.files.wordpress.com/2009/12/pohon-trembesi.jpg" alt="" width="461" height="346" /></p>
<p>Oke, kembali lagi ke topik tentang godril. Godril ini adalah biji-bijian yang bisa olah untuk cemilan. Meskipun bentuknya kecil, namun efeknya sangat dahsyat. Untuk memakan godril ini kita membutuhkan tenaga ekstra, layaknya kita makan kuaci. Karena sebelum memakan godril ini kita harus &#8220;nyisili&#8221; terlebih dahulu.</p>
<p>Orang tua jaman dulu sangat mudah menebak apabila ada seseorang yang baru saja makan godril. Setelah makan godril ini kita dianugrahi kentut yang berbau super hebat (sekarang jarang sekali membau godril, sehingga lupa seperti apa baunya :p). Bahkan banyak orang yang langsung nyeletuh &#8220;woo, entut godril&#8221; saat membau aroma khas tersebut.</p>
<p>Sedikit postingan ringan yang sekaligus bernostalgila jaman kecil dahulu, hidup di sebuah kampung yang lumayan jauh dari kota. Kampung yang sejuk, damai dan yang sangat saya rindukan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joulecar.web.id/2011/12/godril/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mudik Bareng IKEMAS</title>
		<link>http://joulecar.web.id/2009/09/mudik-bareng-ikemas/</link>
		<comments>http://joulecar.web.id/2009/09/mudik-bareng-ikemas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Sep 2009 07:09:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joulecar</dc:creator>
				<category><![CDATA[ikemas]]></category>
		<category><![CDATA[IT Telkom]]></category>
		<category><![CDATA[mudik]]></category>
		<category><![CDATA[share]]></category>
		<category><![CDATA[sukoharjo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joulecarz.wordpress.com/2009/09/13/mudik-bareng-ikemas</guid>
		<description><![CDATA[Tak terasa ramadhan dah hampir usai. Libur lebaran pun dah dimulai. Saat-saat inilah para perantau sibuk mempersiapkan diri untuk menuju kampung halaman. Tak berbeda dengan mahasiswa IT Telkom. Kekhawatiran kehabisan tiket adalah suatu hal yang sangat membebani pikiran.Tahun lalu IKEMAS (Ikatan Keluarga Mahasiswa Sukoharjo) bersama-sama mudik menggunakan jasa angkutan &#8220;Jalan Besi&#8221;. Pencarian tiket pada hari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align:justify;">Tak terasa ramadhan dah hampir usai. Libur lebaran pun dah dimulai. Saat-saat inilah para perantau sibuk mempersiapkan diri untuk menuju kampung halaman. Tak berbeda dengan mahasiswa <a href="http://www.ittelkom.ac.id">IT Telkom</a>. Kekhawatiran kehabisan tiket adalah suatu hal yang sangat membebani pikiran.<br />Tahun lalu <a href="http://ikemasstt.wordpress.com">IKEMAS</a> (Ikatan Keluarga Mahasiswa Sukoharjo) bersama-sama mudik menggunakan jasa angkutan &#8220;Jalan Besi&#8221;. Pencarian tiket pada hari pertama pun gagal walau jam 5 pagi sudah ke stasiun Bandung, Akhirnya di hari berikutnya, dengan tekat yang kuat, beberapa perwakilan <a href="http://ikemasstt.wordpress.com">IKEMAS</a> menuju stasiun pada pukul 2 pagi. Alhamdulillah muding bareng pertama pun terselenggara meski hanya sebagian kecil yang bisa ikut.</p>
<p><a href="http://s486.photobucket.com/albums/rr222/zulkar_9/IKEMAS/?action=view&amp;current=joulecar135.jpg" target="_blank"><img src="http://i486.photobucket.com/albums/rr222/zulkar_9/IKEMAS/joulecar135.jpg" alt="Photobucket" width="440" border="0" /></a></p>
<p>Pada tahun ini, tekat untuk kembali mudik bareng berusaha direalisasikan. Kali ini <a href="http://ikemasstt.wordpress.com">IKEMAS </a>memilih menggunakan moda transportasi darat, yaitu bus. Kali ini Rencana mudik kali ini tidaklah semulus apa yang direncanakan. Banyak warga <a href="http://ikemasstt.wordpress.com">IKEMAS</a> yang ketakutan kehabisan tiket, sehingga banyak yang terlebih dahulu tlah membeli tiket kereta. Kekhawatiran kekurangan peserta pun muncul. Namun alhamdulillah kekhawatiran itu sirna setelah 30 warga <a href="http://ikemasstt.wordpress.com">IKEMAS</a> mendaftar mudik bareng, dan ditambahi 14 peserta dari Jogja. Sehingga bus yang berkapasitas 44 kursi pun terisi penuh.</p>
<p><a href="http://s486.photobucket.com/albums/rr222/zulkar_9/IKEMAS/?action=view&amp;current=joulecar140.jpg" target="_blank"><img src="http://i486.photobucket.com/albums/rr222/zulkar_9/IKEMAS/joulecar140.jpg" alt="Photobucket" width="440" border="0" /></a></p>
<p>Bus Bogor Jaya yang akan digunakan telah standby di depan kampus sejak siang hari. Peserta mudik bareng sudah mulai berkumpul pada sore hari, pukul 17.00. Namun pada pukul 17.30 masih ada beberapa peserta yang belum berkumpul, sehingga keberangkatan ditunda sampai setelah buka puasa dan shalat magrib. Waktu menunjukkan pukul 18.50 saat bus meninggalkan Telkom Education Park. Kegembiraan tampak diwajah peserta mudik bareng yang asik bercengkrama dengan &#8220;keluarga&#8221; di dalam bus. Tak terasa waktu tlah menunjukkan pukul 23.00 ketika bus berhenti karena mengganti ban yang bocor. Setelah itu perjalanan dilanjutkan.</p>
<p><a href="http://s486.photobucket.com/albums/rr222/zulkar_9/IKEMAS/?action=view&amp;current=joulecar139.jpg" target="_blank"><img src="http://i486.photobucket.com/albums/rr222/zulkar_9/IKEMAS/joulecar139.jpg" alt="Photobucket" width="440" border="0" /></a></p>
<p>Bus kembali berhenti pada pukul 2.30 di daerah Karanganyar, Kebumen untuk makan sahur. Pukul 5.30 bus telah memasuko Kota Gudeg. Jalan Jogja-Solo pun menjadi salah satu saksi bisu mudik bareng IKEMAS 2009 ini. Pukul 6.45 pun bus tlah memasuki ujung barat Kabupaten Sukoharjo, yaitu di wilayah Kecamatan Gatak. Cerita pun berakhir karena sang <a href="http://www.joulecar.co.cc">penulis </a>turun di wilayah tersebut, tepatnya di pasar Sraten, Gatak.</p>
<p><a href="http://s486.photobucket.com/albums/rr222/zulkar_9/IKEMAS/?action=view&amp;current=joulecar136.jpg" target="_blank"><img src="http://i486.photobucket.com/albums/rr222/zulkar_9/IKEMAS/joulecar136.jpg" alt="Photobucket" width="440" border="0" /></a></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joulecar.web.id/2009/09/mudik-bareng-ikemas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

