<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Joulecar &#187; tradisional</title>
	<atom:link href="http://joulecar.web.id/category/tradisional/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://joulecar.web.id</link>
	<description>berbagi cerita dengan kata-kata</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Dec 2011 07:42:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3</generator>
		<item>
		<title>Solo Batik Carnival IV</title>
		<link>http://joulecar.web.id/2011/06/solo-batik-carnival-iv/</link>
		<comments>http://joulecar.web.id/2011/06/solo-batik-carnival-iv/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Jun 2011 18:22:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joulecar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Djawa]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[pagelaran]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[share]]></category>
		<category><![CDATA[solo]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[batik]]></category>
		<category><![CDATA[budaya]]></category>
		<category><![CDATA[carnival]]></category>
		<category><![CDATA[karnaval]]></category>
		<category><![CDATA[sbc]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joulecar.web.id/?p=306</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu malam pada tanggal 25 Juni 2011 Kota Solo menjadi lautan manusia. Ribuan warga berdesak-desakan memadati &#8220;Teater Jalan&#8221; kebanggaan warga Solo, yang tak lain adalah jalan Slamet Riyadi. Solo Batik Carnival yang ke empat memang tampil sedikit berbeda. Kali ini karnaval batik yang bertemakan &#8220;Keajaiban Legenda&#8221; tersebut diselenggarakan pada malam hari.  Legenda yang diusung yaitu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sabtu malam pada tanggal 25 Juni 2011 Kota Solo menjadi lautan manusia. Ribuan warga berdesak-desakan memadati &#8220;Teater Jalan&#8221; kebanggaan warga Solo, yang tak lain adalah jalan Slamet Riyadi.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 351px"><a href="https://picasaweb.google.com/zwas1789/SBC2011"><img title="SBC 2011" src="https://lh5.googleusercontent.com/-Rpng7mtd_q0/TgYkM3Y76kI/AAAAAAAADRk/tcA_P3zkfTY/s512/DSC01498.jpg" alt="SBC 2011" width="341" height="512" /></a><p class="wp-caption-text">SBC 2011</p></div>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-306"></span>Solo Batik Carnival yang ke empat memang tampil sedikit berbeda. Kali ini karnaval batik yang bertemakan &#8220;Keajaiban Legenda&#8221; tersebut diselenggarakan pada malam hari.  Legenda yang diusung yaitu Rara Jonggrang, Putri  Kencana Wungu, Ande-Ande Lumut, serta Ratu Pantai Selatan. Menempuh jarak sekitar 4 km, dari Solo Center Point hingga Balai Kota, ratusan peserta menampilkan keanggunan batik yang dikenakannya serta atraksi yang dapat disaksikan di sekitar panggung.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 351px"><a href="https://picasaweb.google.com/zwas1789/SBC2011"><img title="SBC 2011" src="https://lh5.googleusercontent.com/-1HoCu-ONXSg/TgYkEQl1f8I/AAAAAAAADRc/rpknjjvr8FM/s512/DSC01502.jpg" alt="SBC 2011" width="341" height="512" /></a><p class="wp-caption-text">SBC 2011</p></div>
<p style="text-align: justify;">Acara Solo Batik Carnival merupakan acara rutin yang telah diadakan setahun sekali. Selain untuk mempromosikan batik kepada khalayak luas, acara tersebut juga menunjukkan bahwa batik bukanlah suatu hal yang kolot, namun batik dapat dibuat sebagai pakaian yang anggun da dapat digunakan oleh semua kalangan masyarakat.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 351px"><a href="https://picasaweb.google.com/zwas1789/SBC2011"><img title="SBC 2011" src="https://lh5.googleusercontent.com/-ePmOmuCWzzc/TgYk7MuOf-I/AAAAAAAADRw/hk4Roo4p0iE/s512/DSC01530.jpg" alt="SBC 2011" width="341" height="512" /></a><p class="wp-caption-text">SBC 2011</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joulecar.web.id/2011/06/solo-batik-carnival-iv/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pasar Gawok</title>
		<link>http://joulecar.web.id/2010/01/pasar-gawok/</link>
		<comments>http://joulecar.web.id/2010/01/pasar-gawok/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 21 Jan 2010 22:55:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joulecar</dc:creator>
				<category><![CDATA[share]]></category>
		<category><![CDATA[sukoharjo]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[gawok]]></category>
		<category><![CDATA[kuno]]></category>
		<category><![CDATA[pasar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joulecar.web.id/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Setelah kemaren nyempetin wat jalan-jalan mengitari pasar Gawok, timbulah niat wat ngepost tentang pasar yang satu ini. Pasar ini berlokasi di bagian barat Kabupaten Sukoharjo, tepatnya di Kecamatan Gatak. Bagi orang yang belum pernah kesini mungkin cukup sulit untuk menemukan pasar ini. Namun keramaian di pasar ini dapat dijadikan petunjuk penting untuk menemukannya, dan jangan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Setelah kemaren nyempetin wat jalan-jalan mengitari pasar Gawok, timbulah niat wat nge<em>post</em> tentang pasar yang satu ini. Pasar ini berlokasi di bagian barat Kabupaten Sukoharjo, tepatnya di Kecamatan Gatak. Bagi orang yang belum pernah kesini mungkin cukup sulit untuk menemukan pasar ini. Namun keramaian di pasar ini dapat dijadikan petunjuk penting untuk menemukannya, dan jangan lupa suatu peribahasa &#8220;malu bertanya sesat di jalan&#8221;. Titik kunci untuk menemukan pasar ini adalah stasiun Gawok. Stasiun ini dapat diakses dengan mudah dari jalan Solo-Yogya km 13, tepatnya bangjo pasar Sraten ke timur kurang lebih 3 km. Selain itu dapat juga melalui gapura Makamhaji ke selatan sampai mentok. Setelah dari stasiun Gawok, jalan lurus ke arah timur kurang lebih 2 km, lalu ambil kanan dan lurus, silahkan cari pusat keramaian di daerah situ, tentunya saat pon.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img class="  " title="Pande Besi" src="http://iduy.staff.uns.ac.id/wp-content/blogs.dir/24/files//2008/11/pande-13-300x200.jpg" alt="Pasar Gawok" width="300" height="200" /><p class="wp-caption-text">Pande Besi</p></div>
<p style="text-align: justify;">Pasar Gawok merupakan pasar tradisional yang buka tiap pon (hari pasaran menurut kalender jawa). Model pasar ini tidak menggunakan kios seperti pasar sekarang. Pasar ini menggunakan sistem los kios, jadi antara pedangang satu dengan yang lain tidak mempunyai batas yang pasti. Pasar ini pun merupakan pasar outdoor. Atap pasar ini hanyalah terpal yang dipasang oleh masing-masing pedagang, hanya sebagian kecil pedagang yang menggunakan atap permanen.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_168" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://joulecar.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Pasar_Gawok_3.jpg"><img class="size-medium wp-image-168" title="Pasar Gawok" src="http://joulecar.web.id/wp-content/uploads/2010/01/Pasar_Gawok_3-300x200.jpg" alt="Pasar Gawok" width="300" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">Pasar Gawok</p></div>
<p style="text-align: justify;">Di pasar ini terdapat berbagai macam pedagang, dari pedagang hewan, tanaman, obat-obatan hingga pandai besi. Khas dari pasar ini adalah pandai besi dan blanthik (pedagang hewan). Di pasar ini terdapat berbagai jenis hewan dan tumbuhan yang dijual, mulai dari sapi, kambing, burung, dan hewan piaraan lain seperti kelinci.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><img title="Pasar Gawok" src="http://iduy.staff.uns.ac.id/wp-content/blogs.dir/24/files//2008/11/burung-2-300x200.jpg" alt="Pasar Gawok" width="300" height="200" /><p class="wp-caption-text">Pasar Gawok</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joulecar.web.id/2010/01/pasar-gawok/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reog @ Bragafest</title>
		<link>http://joulecar.web.id/2009/12/reog-bragafest/</link>
		<comments>http://joulecar.web.id/2009/12/reog-bragafest/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 Dec 2009 14:07:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joulecar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Djawa]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[IT Telkom]]></category>
		<category><![CDATA[pagelaran]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[share]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joulecar.web.id/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Sudah berulang kali aku liat reog di berbagai acara dan berbagai tempat. Termasuk reog di event Festival Seni di sepanjang Jl. Slamet Riadi, Surakarta. Acara yang semarak dan melelahkan, hanya itulah hal yang tergambar di benakku pada awalnya. Namun ternyata gambaran itu belumlah mencerminkan semua hal yang bercampur aduk di dalamnya. Braga Festival, itulah acara [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sudah berulang kali aku liat reog di berbagai acara dan berbagai tempat. Termasuk reog di event Festival Seni di sepanjang Jl. Slamet Riadi, Surakarta. Acara yang semarak dan melelahkan, hanya itulah hal yang tergambar di benakku pada awalnya. Namun ternyata gambaran itu belumlah mencerminkan semua hal yang bercampur aduk di dalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_153" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://joulecar.web.id/wp-content/uploads/2009/12/100_5978_resize.jpg"><img class="size-medium wp-image-153" title="100_5978_resize" src="http://joulecar.web.id/wp-content/uploads/2009/12/100_5978_resize-300x225.jpg" alt="reog" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">Reog</p></div>
<p style="text-align: justify;">Braga Festival, itulah acara yang sedang berlangsung di Jl. Braga, Bandung. Selain stand-stand pakaian distro khas Bandung, ada juga perform kesenian dari berbagai pihak. Salah satunya adalah tim reog Singa Lodaya, salah satu komunitas pelestari kesenian reog di wilayah Bandung.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak terbayang sebelumnya aku dapet kesempatan wat ikut berpartisipasi di acara ini. Tawaran main pun tak ku sia-siakan. Rombongan reog datang sekitar pukul 12.00 siang. Kondisi saat itu acara inti, yaitu sambutan dari Walikota sudah berahir. Sehingga kondisi agak sepi, jadi membuat semangat menurun.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_152" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://joulecar.web.id/wp-content/uploads/2009/12/100_5872_resize.jpg"><img class="size-medium wp-image-152" title="100_5872_resize" src="http://joulecar.web.id/wp-content/uploads/2009/12/100_5872_resize-300x225.jpg" alt="warok" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">warok</p></div>
<p style="text-align: justify;">Setelah perform reog  berlangsung, respon dari pengunjung pun sangat mengejutkan. Banyak orang yang berada di acara tersebut ataupun orang yang sekedar lewat berantusias untuk mengikuti jalannya arak-arakan reog. Mata kamera pun berlomba-lomba membidik sasaran untuk mengabadikan momen tersebut. Penonton dari berbagai kalangan dan berbagai umur tak kalah antusias untuk mengabadikan kenangan dirinya disamping pemain reog.</p>
<p style="text-align: justify;">Dari situ dapat dilihat bahwa sebenarnya warga Indonesia haus akan pertunjukan kesenian daerah. Hal itu tak mengherankan karena makin sedikitnya komunitas seni yang mau untuk melestarikan kesenian daerah. Kegiatan kesenian seperti itu dianggap tak mampu mengangkat kesejahteraan pemaiinya. Namun apabila setiap orang berpikir seperti itu, bagaimana nasib kebudayaan Indonesia?? Haruskah negara lain yang melestarikannya??</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_150" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://joulecar.web.id/wp-content/uploads/2009/12/100_5871.jpg"><img class="size-medium wp-image-150" title="100_5871" src="http://joulecar.web.id/wp-content/uploads/2009/12/100_5871-300x225.jpg" alt="arak-arakan reog" width="300" height="225" /></a><p class="wp-caption-text">arak-arakan reog</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joulecar.web.id/2009/12/reog-bragafest/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

