Archive for the UKM Category

Reog @ Bragafest

27 December 2009

Sudah berulang kali aku liat reog di berbagai acara dan berbagai tempat. Termasuk reog di event Festival Seni di sepanjang Jl. Slamet Riadi, Surakarta. Acara yang semarak dan melelahkan, hanya itulah hal yang tergambar di benakku pada awalnya. Namun ternyata gambaran itu belumlah mencerminkan semua hal yang bercampur aduk di dalamnya.

reog

Reog

Braga Festival, itulah acara yang sedang berlangsung di Jl. Braga, Bandung. Selain stand-stand pakaian distro khas Bandung, ada juga perform kesenian dari berbagai pihak. Salah satunya adalah tim reog Singa Lodaya, salah satu komunitas pelestari kesenian reog di wilayah Bandung.

Tak terbayang sebelumnya aku dapet kesempatan wat ikut berpartisipasi di acara ini. Tawaran main pun tak ku sia-siakan. Rombongan reog datang sekitar pukul 12.00 siang. Kondisi saat itu acara inti, yaitu sambutan dari Walikota sudah berahir. Sehingga kondisi agak sepi, jadi membuat semangat menurun.

warok

warok

Setelah perform reog  berlangsung, respon dari pengunjung pun sangat mengejutkan. Banyak orang yang berada di acara tersebut ataupun orang yang sekedar lewat berantusias untuk mengikuti jalannya arak-arakan reog. Mata kamera pun berlomba-lomba membidik sasaran untuk mengabadikan momen tersebut. Penonton dari berbagai kalangan dan berbagai umur tak kalah antusias untuk mengabadikan kenangan dirinya disamping pemain reog.

Dari situ dapat dilihat bahwa sebenarnya warga Indonesia haus akan pertunjukan kesenian daerah. Hal itu tak mengherankan karena makin sedikitnya komunitas seni yang mau untuk melestarikan kesenian daerah. Kegiatan kesenian seperti itu dianggap tak mampu mengangkat kesejahteraan pemaiinya. Namun apabila setiap orang berpikir seperti itu, bagaimana nasib kebudayaan Indonesia?? Haruskah negara lain yang melestarikannya??

arak-arakan reog

arak-arakan reog

Pagelaran Pesona Budaya

6 December 2009

Kampus IT Telkom memang tak pernah sepi dari kegiatan. Bukan hanya kegiatan yang berbau Teknologi, namun juga kegiatan berbau seni. Bulan Desember merupakan salah satu bulan yang mempunyai seabreg jadwal. UKM kesenian pun ikut berpartisipasi.

Penampilan beberapa UKM Kebudayaab yang berada di IT Telkom menjadi salah satu penutup dari acara Pesona Budaya. Acara lenong yang digagas oleh UKM Betawi, dilengkapi dengan suguhan musik maupun tarian dari beberapa UKM lain yang menampilkan kesenian masing-masing daerah, diantaranya Tari Gambyong minimalis dari jawa yang dipermak oleh anak-anak UKM Djawa, Tari Blibis dari Bali, Rampak Kendhang dari Sunda, serta masih banyak lagi aksi menarik dari Lampung, Sumatra Utara, Minang, Sulawesi dan Aceh. Perform yang disuguhkan oleh Mahasiswa IT Telkom itu pun cukup semarak.

Tari Gambyong by UKM Djawa

Tari Gambyong by UKM Djawa

Kegiatan-kegiatan seperti ini diharapkan mampu melestarikan kebudayaan daerah serta memupuk kreatifitas mahasiswa untuk berkreasi dibidang seni. Karena seni merupakan ekspresi jiwa yang dapat menimbulkan kepuasan tersendiri.

Tarian khas Aceh

Tarian khas Aceh

Pesona Budaya

4 December 2009

Kebudayaan, tema ini lah yang saat ini sedang digembor-gembor kan sejak kabar pencurian beberapa warisan kebudayaan oleh sang tetangga. Entah kemana saja mereka sebelum kejadian pencurian tersebut ada. Dulu hanya sedikit orang yang peduli tentang kebudayaan Indonesia, bahkan ada yang menganggap beberapa kebudayaan daerah sebagai sesuatu yang kuno. hmm, sebenarnya bukan kuno sih, tepatnya klasik. Sesuatu yang sejak dulu ada dan harus tetap dilestarikan.

Kampus IT Telkom, sebagai kampus telekomunikasi tak ingin ketinggalan. Dengan partisipasi dari berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Kebudayaan Daerah yang bernaung di IT Telkom, terselenggaralah Pesona Budaya 2009. Acara tersebut bukanlah acara yang pertama kali, sebelumnya acara tersebut telah diselenggarakan tahun 2008 lalu.
Selain acara Pesona Budaya, banyak acara yang diadakan oleh UKM kebudayaan daerah yang ada. Misalnya saja acara Paramabudaya yang diselenggarakan oleh UKM Djawa IT Telkom, dan masih banyak lagi yang lain.

rampak kendhang

rampak kendhang

Semoga kegiatan-kegiatan tersebut dapat membuka mata warga Indonesia, bahwa kebudayaan tidak layak untuk dilupakan meskipun teknologi semakin maju. Ingat, Bangsa yang hebat adalah bangsa yang tidak melupakan jasa pahlawannya, dan sang pencipta seni tersebut layak disebut pahlawan karena karyanya yang mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional

tari dari Aceh (*di panggung)

tari dari Aceh (*di panggung)