<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>JoulecarJoulecar</title>
	<atom:link href="http://joulecar.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://joulecar.web.id</link>
	<description>berbagi cerita lewat kata-kata</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Apr 2013 12:44:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Menjelajah Cagar Alam Krakatau</title>
		<link>http://joulecar.web.id/2013/04/menjelajah-krakatau/</link>
		<comments>http://joulecar.web.id/2013/04/menjelajah-krakatau/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Apr 2013 07:32:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joulecar</dc:creator>
				<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[share]]></category>
		<category><![CDATA[Touring]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[canti]]></category>
		<category><![CDATA[krakatau]]></category>
		<category><![CDATA[lagoon cabe]]></category>
		<category><![CDATA[lampung]]></category>
		<category><![CDATA[sebesi]]></category>
		<category><![CDATA[selat sunda]]></category>
		<category><![CDATA[umang]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joulecar.web.id/?p=425</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang ga tau nama Krakatau? Kali ini saya akan sedikit bercerita pengalaman saat menikmati salah satu keindahan alam di Selat Sunda ini. Mungkin sudah banyak yang tahu tentang kisah Gunung Krakatau, terutama &#8220;ulah&#8221;nya pada tahun 1883 yang menghebohkan dunia. Kehebatan Gunung Krakatau mungkin kini hanya tinggal cerita, namun jangan lupakan sang anak yang tak [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Siapa yang ga tau nama Krakatau? Kali ini saya akan sedikit bercerita pengalaman saat menikmati salah satu keindahan alam di Selat Sunda ini. Mungkin sudah banyak yang tahu tentang kisah Gunung Krakatau, terutama &#8220;ulah&#8221;nya pada tahun 1883 yang menghebohkan dunia. Kehebatan Gunung Krakatau mungkin kini hanya tinggal cerita, namun jangan lupakan sang anak yang tak kalah gahar. Dibalik cerita tentang gaharnya Krakatau, terdapat pula keindahan alam bawah laut yang dapat membuat pengunjung terpukau.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px"><img class=" " alt="Cagar Alam Krakatau" src="https://lh6.googleusercontent.com/-E-ybA6vM7jc/UVp6qGgzC4I/AAAAAAAAFSA/ogyWW4poHBc/s640/DSCN0764.JPG" width="384" height="288" /><p class="wp-caption-text">Cagar Alam Krakatau</p></div>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-425"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Berawal dari ajakan seorang teman untuk ikut bergabung dalam rencana perjalanan ke Krakatau, tanpa pikir panjang langsung saya iyakan. Rencana perjalanan mulai dibuat, kontak person di lapangan sudah tersedia. Rencana anggaran dan belanja pun sudah selesai dirancang, tinggal yang dipake buat bayar yang belum ada <img src="http://joulecar.web.id/wp-content/plugins/kaskus-emoticons/emoticons/6.gif" style="border:none;background:none;" alt=":p" /> .</p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan dimulai dari Slipi, untuk dilanjutkan naik bus menuju pelabuhan Merak. Awalnya keberangkatan direncanakan jam 21:00, namun karena salah satu teman yang berangkat dari Padalarang terkendala macet terpaksa harus menunggu hingga pukul 11. Tak perlu lama menunggu, bus yang ditunggu pun tiba meskipun dengan kondisi penuh sesak. Setelah beristirahat sejenak di Merak, Kami melanjutkan perjalanan dengan kapal menuju Bakauheni. Jam 2:30 kapal angkat jangkar, setelah 4 jam perjalanan akhirnya kami sampai juga di Bakauheni, Lampung.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px"><img class=" " alt="Dermaga Canti" src="https://lh3.googleusercontent.com/-xWG9khNY5I0/UVp79jreZvI/AAAAAAAAFSQ/JKOlfaXxpOQ/s640/IMAG0403.jpg" width="384" height="288" /><p class="wp-caption-text">Dermaga Canti</p></div>
<p style="text-align: justify;">Sesampainya di Lampung kami beristirahat sejenak, setelah itu menyewa angkot untuk menuju ke salah satu dermaga di daerah Canti, Rajabasa. Disini kami berpikir ulang, karena jadwal perahu yang akan mengangkut kami dari dermaga Canti pukul 6, sedangkan kami baru tiba di Canti pukul 7:30. Ada opsi dari Pak Ayun, warga Pulau Sebesi yang mengurus semua kebutuhan kami disana, untuk naik perahu pada jam 13:00. buset, harus nunggu disana <img src='http://joulecar.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  . Sampai Canti, kami bertemu Pak Ayun, dan kami pun memberikan opsi untuk digabung dengan salah satu rombongan yang akan berangkat. Setelah sedikit bernegosiasi, deal, kami pun bergabung dengan salah satu rombongan yang ternyata sama-sama dari Jakarta. Dengan begitu, sewa perahu pun semakin hemat <img src='http://joulecar.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  .</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px"><img class=" " alt="Pulau Sebesi" src="https://lh6.googleusercontent.com/-7BnxeUi5sdI/UVp9SaJOZbI/AAAAAAAAFSg/J04KCorXzpo/s640/IMAG0405.jpg" width="384" height="288" /><p class="wp-caption-text">Pulau Sebesi</p></div>
<p style="text-align: justify;">Dari dermaga Canti, kami melanjutkan perjalanan menuju Pulau Sebesi, pulau terdekat dengan Krakatau yang berpenghuni. Dalam perjalanan kesana, kami mampir ke beberapa tempat untuk snorkling. Salah satu spot snorkeling adalah di Pulau Sebuku. Oiya, disarankan untuk membawa peralatan snorkel pribadi. Karena ketersediaan disana terbatas. Disana terdapat terumbu karang yang ditinggali berbagai macam ikan, namun sayang cukup banyak yang mati. Setelah puas di sekitaran pulau Sebuku, kami melanjutkan perjalanan ke Pulau sebesi untuk beristirahat di penginapan dan sholat Jumat.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px"><img class=" " alt="Pulau Sebuku" src="https://lh3.googleusercontent.com/-QR4XnZ2ZskI/UVpsSc376gI/AAAAAAAAFPo/dOlfXPkcOdU/s640/DSCN0599.JPG" width="384" height="288" /><p class="wp-caption-text">Pulau Sebuku</p></div>
<p style="text-align: justify;">Sekitar pukul 11:00 kami tiba di pulau Sebesi, pulau yang bertekstur landai di sisi timur dan pegunungan di sisi barat. Setelah sholat Jumat, makan siang pun sudah dihidangkan dan dilengkapi dengan kelapa muda yang menyegarkan suasana siang ditepi pantai. Makan siang sudah selesai, penyakit umum pun mulai menjalar. Saatnya untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan snorkeling dilokasi yang telah direncanakan.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px"><img class=" " alt="Pulau Umang-umang" src="https://lh4.googleusercontent.com/-8HbdBYOI_ts/UVp-moInmNI/AAAAAAAAFSs/SvC7UL5yoao/s640/IMAG0410.jpg" width="384" height="288" /><p class="wp-caption-text">Pulau Umang-umang</p></div>
<p style="text-align: justify;">Pukul 15:00 saatnya bersiap diri untuk menghadapi indahnya pulau Umang-umang, pulau yang digambarkan dengan pasir putih nan lembut dan terumbu karang yang dijadikan rumah oleh berbagai jenis ikan. Benar saja, ketika pulau tersebut sudah cukup jelas dari pandangan terlihat pemandangan yang sunggu cantik. Pantai yang bersih dan indah dengan lembutnya pasir putih menghiasi sore kami. Setelah berjalan mengelilingi pantai, saatnya untuk berkenalan dengan air dan mengintip indahnya kehidupan di dalamnya. Matahari sudah berada di ufuk barat, saatnya kami kembali ke Pulau Sebesi. Sebelum kembali, sang nahkoda mengajak kami untuk berkeliling pulau sebesi dengan perahunya sambil menunggu sang matahari bersembunyi.</p>
<p style="text-align: justify;">Sampainya di Pulau Sebesi, kami langsung bersih-bersih diri dan berlomba mencharge semua perangkat elektronik. Perlu diingat, di pulau ini pasokan listrik hanya tersedia di malam hari karena tiadanya jaringan listrik dari pulau Sumatra. Saat sebagian teman memilih untuk berjalan ke pantai, saya memilih untuk memejamkan mata sejenak. Makan malam telah disediakan, saatnya mengisi tenaga sebelum beristirahat untuk melanjutkan perjalanan dini hari menuju tujuan utama, Gunung Anak Krakatau. Alarm berbunyi, menunjukkan pukul 2 pagi. Kami bergegas untuk bersiap diri menuju Krakatau. Kami memutuskan untuk langsung kembali setelah dari Krakatau, tidak balik lagi ke Sebesi untuk mempersingkat waktu. Jam 3 pagi, kami berangkat menuju Krakatau. Cuaca pagi itu hujan, ombak pun mengombang ambingkan perahu yang kami tumpangi. Sekitar 1,5 jam kami sampai ke anak Krakatau.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px"><img class=" " alt="Anak Krakatau" src="https://lh3.googleusercontent.com/-buEaXVpfK9w/UVpzSM6IcMI/AAAAAAAAFQw/qwflVCyG6_E/s640/DSCN0713.JPG" width="384" height="288" /><p class="wp-caption-text">Anak Krakatau</p></div>
<p style="text-align: justify;">Sesampainya di Anak Krakatau, kami diberi pengarahan oleh petugas Cagar Alam Krakatau. Disana kami di beritahu jika saat itu gunung sedang aktif  ditandai dengan beberapa hari terahir sering ada guncangan dan asap tebal yang keluar dari mulut kawah. Pukul 5:30 kami berangkat, dengan bermodal senter dari powerbank kami menembus hutan sebelum akhirnya dihadapkan dengan tanjakan yang bermedan pasir. Meskipun cukup lambat, akhirnya kami mencapai puncak dalam waktu kurang lebih 1 jam. Puncak yang dimaksud bukanlah puncak anak Krakatau, tapi puncak tertinggi yang diijinkan untuk di daki. Setelah puas berfoto, kami langsung turun. Maklum perut sudah keroncongan, dibawah sudah menunggu sarapan yang kami bawa dari pulau Sebesi.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px"><img alt="Lagoon Cabe" src="https://lh3.googleusercontent.com/-m0eHY7WOli4/UVqGHo8OQFI/AAAAAAAAFUY/cRn4OxuX-mY/s512/IMG_20130330_093403.jpg" width="384" height="512" /><p class="wp-caption-text">Lagoon Cabe</p></div>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan selanjutnya adalah ke Lagoon Cabe, salah satu spot snorkeling andalan di sekitar Krakatau. Ketika perahu sudah mulai berhenti, kami terkesima dengan pemandangan dasar laut yang cukup jernih dan dapat terlihat dari atas perahu. Pemandangan tersebut membuat kesabaran kami terusik, tak sabar untuk menceburkan diri ke laut. Tanpa sadar kami menghabiskan banyak waktu untuk snorkling karena terpukau dengan keindahan bawah lautnya, dikala sang ikan malu-malu bersembunyi dibawah rumah mereka yang berwarna-warni.</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px"><img class=" " alt="Duduk di atap perahu" src="https://lh5.googleusercontent.com/-ZsbUgK0OFdI/UVpwxrWkgMI/AAAAAAAAFQU/qjQs-vwl-Sg/s640/DSCN0675.JPG" width="384" height="288" /><p class="wp-caption-text">Duduk di atap perahu</p></div>
<p style="text-align: justify;">Setelah puas di Lagoon Cabe, kami melanjutkan perjalanan menuju Canti. Saya memilih untuk berpanas-panas di bagian depan perahu sambil menikmati deburan ombak sekalian mengeringkan pakaian. Kami sampai di Canti sekitar pukul 13:30, karena kamar mandi masih mengantri kami memilih untuk makan siang terlebih dahulu. Pukul 15:00 menuju Bahauheni dengan angkot yang kami sewa. Setelah itu menuju Merak dan kembali ke daerah masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">Rincian biaya perjalanan</p>
<p style="text-align: justify;">Individu :</p>
<ul>
<li>bus ke merak PP : 40.000</li>
<li>Kapal Merak-Bakauheni PP : 23.000 (ditambah biaya ruang VIP 18.000 *opsional)</li>
<li>Sarapan di lampung *opsional, itung aja 20.000 <img src='http://joulecar.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Makan prasmanan selama di Sebesi (makan siang, malam dan sarapan) 3&#215;15.000 : 45.000</li>
<li></li>
</ul>
<p>Rombongan (6 orang) :</p>
<ul>
<li>Sewa angkot Bakauheni-Canti PP katanya standarnya 300.000 , tapi saya kena 450.000 <img src='http://joulecar.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  (@75.000)</li>
<li>Perahu yang akan mengantar kita katanya sih : 2.200.000 (all in), 1.500.000 (Ekonomis). Kalau saya nebeng rombongan lain, jadi cuman 750.000 (@125.000) &#8211; Perahu muat hingga 25 orang, jadi optimalkan penumpang kalau lebih sayang kantong <img src='http://joulecar.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Penginapan 200.000 (@34.000)</li>
<li>Sewa snorkel, cuman 4 pasang, yang 2 lagi nguntit rombongan sebelah <img src='http://joulecar.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  : 120.000 (@20.000)</li>
</ul>
<p>Total pengeluaran masing-masing personil kurang lebih 400.000, tentu pengeluaran lain tergantung individu. pembelian keperluan-keperluan lain belum dihitung, sunblock pun cuman nyomot punya temen <img src='http://joulecar.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;"><a title="Foto selengkapnya" href="https://picasaweb.google.com/112387343562660580824/Krakatau300313?authuser=0&amp;feat=directlink" target="_blank">Photo Galery</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joulecar.web.id/2013/04/menjelajah-krakatau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Budaya di Gemerlap Jakarta</title>
		<link>http://joulecar.web.id/2013/01/budaya-di-jakarta/</link>
		<comments>http://joulecar.web.id/2013/01/budaya-di-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2013 07:49:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joulecar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Djawa]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[pagelaran]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[share]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[bharata]]></category>
		<category><![CDATA[jawa]]></category>
		<category><![CDATA[kesenian]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[purwa]]></category>
		<category><![CDATA[wayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joulecar.web.id/?p=418</guid>
		<description><![CDATA[Tak terasa sudah satu tahun menjadi penghuni ibu kota dari Indonesia. Banyak waktu disini habis untuk bekerja, namun tak semua. Banyak kegiatan lain yang tak layak untuk dilupakan, salah satunya adalah hiburan. Mencari hiburan di Jakarta tidaklah susah, hampir disetiap sudut kota ini dapat dijumpai tempat hiburan dari mulai karaoke, diskotik hingga tempat kumpul keluarga. [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Tak terasa sudah satu tahun menjadi penghuni ibu kota dari Indonesia. Banyak waktu disini habis untuk bekerja, namun tak semua. Banyak kegiatan lain yang tak layak untuk dilupakan, salah satunya adalah hiburan. Mencari hiburan di Jakarta tidaklah susah, hampir disetiap sudut kota ini dapat dijumpai tempat hiburan dari mulai karaoke, diskotik hingga tempat kumpul keluarga.</p>
<p style="text-align: justify;">Mencari hiburan panggung khas nusantara mungkin cukup sulit untuk sebagian warga Jakarta. Wayang orang, satu hal yang mungkin sudah hampir hilang dari pikiran warga Jakarta. Dulu kita masih sering menjumpai berbagai jenis kesenian wayang maupun ketoprak di televisi, namun tidak untuk sekarang. Suksesnya Ketoprak Humor dan Srimulat kini hanya sayup-sayup terdengar, bahkan generasi sekarang lebih mengenal penyanyi korea daripada kedua grup seni tersebut. Beruntung, masih ada segelintir orang yang rela bersusah payah demi melestarikan budaya khas Indonesia.</p>
<table style="width: auto;">
<tbody>
<tr>
<td><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/Cmg0DfGeaWqSKnaasERC_NMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img class="aligncenter" alt="" src="https://lh5.googleusercontent.com/-vorD4W73zqo/T12TPpdBeqI/AAAAAAAAEBY/SCIrGXFY2YU/s144/DSC01383_resize.JPG" width="200" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td style="font-family: arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: right;">From <a href="https://picasaweb.google.com/112387343562660580824/Culture?authuser=0&amp;feat=embedwebsite">Culture</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">Wayang Orang Bharata, merupakan salah satu kelompok yang giat menjaga warisan budaya bangsa ini. Bermarkas di Gedung Kesenian Bharata Purwa di  Senen, kelompok ini rutin mengadakan pagelaran (pentas) setiap sabtu malam. Renyahnya suara gamelan mengiringi suara merdu sang sinden yang melantunkan gendhing-gendhing jawa. Kekarnya sang Bima beserta saudaranya yang selalu berpikir jernih meski menghadapi rintangan dan fitnah dari sang Sengkuni beserta antek-anteknya. Tak kalah seru banyolan yang bermakna dari Semar beserta ketiga anaknya, Gareng, Petruk dan Bagong.</p>
<table style="width: auto;">
<tbody>
<tr>
<td><a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/TlAfuL-02nQn3BiXAa5AWdMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"><img alt="" src="https://lh3.googleusercontent.com/-Xw_jjtf0nsY/T12TDsD7OjI/AAAAAAAAEBI/82ws_-iGYeM/s144/DSC01381_resize.JPG" width="200" /></a></td>
</tr>
<tr>
<td style="font-family: arial,sans-serif; font-size: 11px; text-align: right;">From <a href="https://picasaweb.google.com/112387343562660580824/Culture?authuser=0&amp;feat=embedwebsite">Culture</a></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p style="text-align: justify;">Pemandangan tersebut akan selalu menghiasi malam minggu ibu kota Jakarta, menemani warga Jakarta yang peduli budaya Bangsa. Tidak hanya mencela tetangga yang berulah, namun juga berusaha menunjukkan &#8220;This is mine!&#8221;. Seperti pepatah jawa bilang, &#8220;talk less, do more&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Profil :</p>
<p style="text-align: justify;">Nama Kelompok : Wayang Orang Bharata</p>
<p style="text-align: justify;">Lokasi Pentas : Gedung Kesenian Bharata Purwa, Jalan Kalilio No. 15, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia (<a title="Bharata Purwa" href="https://maps.google.com/maps/ms?msa=0&amp;msid=217489477806814955679.0004d42c0bfc7e0170dba&amp;hl=id&amp;ie=UTF8&amp;t=m&amp;vpsrc=6&amp;z=19&amp;iwloc=0004d42c12748f56729c8" target="_blank">Google Maps</a>)</p>
<p style="text-align: justify;">Jadwal Pementasan : Setiap Sabtu, mulai jam 20.00 sampai selesai</p>
<p style="text-align: justify;">HTM : 40.000 &#8211; 60.000</p>
<p style="text-align: justify;">Informasi : <a title="WO Bharata" href="https://twitter.com/wobharata" target="_blank">@WObharata</a> , <a title="WO Bharata" href="http://on.fb.me/WOBharata" target="_blank">WOBharata @ Facebook</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joulecar.web.id/2013/01/budaya-di-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hilangkan &#8220;Mounted Drives&#8221; Pada Ubuntu Unity Launcher</title>
		<link>http://joulecar.web.id/2012/05/hilangkan-mounted-drives-pada-ubuntu-unity-launcher/</link>
		<comments>http://joulecar.web.id/2012/05/hilangkan-mounted-drives-pada-ubuntu-unity-launcher/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 14 May 2012 07:19:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joulecar</dc:creator>
				<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[share]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[launcher]]></category>
		<category><![CDATA[mounted drives]]></category>
		<category><![CDATA[unity]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joulecar.web.id/?p=414</guid>
		<description><![CDATA[Launcher merupakan tempat paling gampang untuk menaruh shortcut dari aplikasi favorit. Untuk itu terkadang saya merasa risih dengan adanya mounted drive disana. Apalagi kalo banyak flashdisk yang tercolok, belum lagi partisi hardisk kita. Berikut ini cara untuk menghilangkan mounted drive tersebut dari launcher. Untuk praktek saya menggunakan Ubuntu 12.04 LTS (Precise Pangolin) 64bit. 1. Install [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Launcher merupakan tempat paling gampang untuk menaruh shortcut dari aplikasi favorit. Untuk itu terkadang saya merasa risih dengan adanya mounted drive disana. Apalagi kalo banyak flashdisk yang tercolok, belum lagi partisi hardisk kita.</p>
<p>Berikut ini cara untuk menghilangkan mounted drive tersebut dari launcher. Untuk praktek saya menggunakan Ubuntu 12.04 LTS (Precise Pangolin) 64bit.</p>
<p>1. Install <a title="CCSM" href="apt://compizconfig-settings-manager">CCSM (CompizConfig Setting Manager)</a></p>
<pre class="brush: plain; title: ; notranslate">#apt-get install compizconfig-settings-manager</pre>
<p>2. Buka CCSM, masuk ke submenu <strong>Desktop</strong> &gt; <strong>Ubuntu Unity Plugin</strong>. Pilih tab <strong>Experimental</strong></p>
<p>3. Cari pilihan <strong>show devices</strong>, pilih <strong>never</strong></p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 410px"><a href="http://4.bp.blogspot.com/-3dcuccFwHAM/TndVj1AMKFI/AAAAAAAAF_s/v5yRdvzmZOE/s400/remove-mounted-items-unity.png"><img title="Hilangkan Mounted Drives" src="http://4.bp.blogspot.com/-3dcuccFwHAM/TndVj1AMKFI/AAAAAAAAF_s/v5yRdvzmZOE/s400/remove-mounted-items-unity.png" alt="Hilangkan Mounted Drives" width="400" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Hilangkan Mounted Drives</p></div>
<p>4. Mounted drive pun lenyap dari launcher <img src='http://joulecar.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>sumber : http://www.webupd8.org/2011/04/how-to-remove-mounted-drives-from.html</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joulecar.web.id/2012/05/hilangkan-mounted-drives-pada-ubuntu-unity-launcher/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Set Install Location di Android</title>
		<link>http://joulecar.web.id/2012/05/set-install-location-di-android/</link>
		<comments>http://joulecar.web.id/2012/05/set-install-location-di-android/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 May 2012 15:14:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joulecar</dc:creator>
				<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[share]]></category>
		<category><![CDATA[adb]]></category>
		<category><![CDATA[android]]></category>
		<category><![CDATA[aplikasi]]></category>
		<category><![CDATA[eksternal]]></category>
		<category><![CDATA[install]]></category>
		<category><![CDATA[location]]></category>
		<category><![CDATA[sdk]]></category>
		<category><![CDATA[set]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joulecar.web.id/?p=410</guid>
		<description><![CDATA[Set install location merupakan sebuah perintah yang digunakan untuk mengubah lokasi instalasi default. Secara default, aplikasi akan terinstall di dalam memory internal device. Hal tersebut dapat berpengaruh pada device, karena semakin penuh memory internal device, maka semakin kecil pula ruang untuk menyimpan data cache aplikasi. Tentunya lokasi instalasi harus benar-benar dipertimbangkan, internal memory memang kecil, [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Set install location merupakan sebuah perintah yang digunakan untuk mengubah lokasi instalasi default. Secara default, aplikasi akan terinstall di dalam memory internal device. Hal tersebut dapat berpengaruh pada device, karena semakin penuh memory internal device, maka semakin kecil pula ruang untuk menyimpan data cache aplikasi.</p>
<p>Tentunya lokasi instalasi harus benar-benar dipertimbangkan, internal memory memang kecil, namun memiliki akses yang lebih cepat dibandingkan memory eksternal yang saat ini mampu menampung hingga 32Gb bahkan lebih. Sehingga sangat tidak bijak apabila menaruh aplikasi yang penting di dalam external memory, karena waktu load akan lama apalagi dia harus dijalankan saat device baru saja menyala (startup application).</p>
<p>Untuk ujicoba, saya menggunakan XPERIA ST18i (RAY) dengan OS ICS official. Syaratnya adalah sudah mempunyai <a title="download android sdk" href="http://developer.android.com/sdk/index.html" target="_blank">Android SDK</a>, <a title="flashtool" href="http://forum.xda-developers.com/showthread.php?t=920746" target="_blank">Flashtool</a>, atau file lain yang memiliki file adb.exe (kali ini ane make <a title="download X8tooolbox" href="http://forum.xda-developers.com/showthread.php?t=1117100" target="_blank">x8-toolbox-beta</a> sisa X8 ane), device <del>sudah</del>tidak wajib root.</p>
<p>Memindahkan lokasi default instalasi aplikasi dapat dilakukan dengan cara berikut :</p>
<p>1. Masuk ke direktori android SDK yang terdapat file adb.exe pada komputer dengan command prompt</p>
<p>2. Setting HH android ke usb debugging mode. Colokkan usb ke komputer. Pastikan semua driver telah terinstall dengan benar.</p>
<p>3. Cek apakah komputer terkoneksi dengan android usb debugging dengan cara</p>
<pre class="brush: plain; title: ; notranslate"> adb devices</pre>
<p>apabila sukses akan terdapat list yang terkoneksi</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 484px"><a href="https://lh6.googleusercontent.com/-gHbW0mj_V8I/T6qHhI17USI/AAAAAAAAEt0/6YjkrIH8w6s/s677/adb%2520devices.png"><img class=" " title="adb devices" src="https://lh6.googleusercontent.com/-gHbW0mj_V8I/T6qHhI17USI/AAAAAAAAEt0/6YjkrIH8w6s/s677/adb%2520devices.png" alt="ADB Devices" width="474" height="59" /></a><p class="wp-caption-text">ADB Devices</p></div>
<p>4. Ketikkan untuk ICS :</p>
<pre class="brush: plain; title: ; notranslate">adb shell pm set-install-location 2</pre>
<p>untuk GB :</p>
<pre class="brush: plain; title: ; notranslate">adb shell pm setInstallLocation 2</pre>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 484px"><a href="https://lh6.googleusercontent.com/-hvyxvB1DLiE/T6qHhRiuCCI/AAAAAAAAEt4/wI5xA3abZHg/s677/adb%2520pm.png"><img class=" " title="set location" src="https://lh6.googleusercontent.com/-hvyxvB1DLiE/T6qHhRiuCCI/AAAAAAAAEt4/wI5xA3abZHg/s677/adb%2520pm.png" alt="set location" width="474" height="148" /></a><p class="wp-caption-text">Set Location</p></div>
<p>5. Kalo sukses hasil dibawahnya adalah command prompt kosong (xxxx&gt; )alias tak keluar satu tulisan kecuali default command prompt</p>
<p>6. Silakan diubah variabel angka sesuai keinginan, 0 untuk auto, 1 untuk install di device, 2 untuk install di external</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joulecar.web.id/2012/05/set-install-location-di-android/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Haryo Penangsang &#8211; Art Performances</title>
		<link>http://joulecar.web.id/2012/04/haryo-penangsang/</link>
		<comments>http://joulecar.web.id/2012/04/haryo-penangsang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 27 Apr 2012 13:40:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joulecar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Djawa]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[IT Telkom]]></category>
		<category><![CDATA[pagelaran]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[share]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[UKM]]></category>
		<category><![CDATA[haryo]]></category>
		<category><![CDATA[penangsang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joulecar.web.id/?p=405</guid>
		<description><![CDATA[Demak 1561 Sunan Prawoto bertahta sebagai orang pertama di Kerajaan Demak. Dialah cucu Raden Patah (pendiri Kasultanan Demak) yang naik tahta menggantikan ayahnya Sultan Trenggono yang gugur saat menaklukkan Pasuruan tahun 1546. Adalah adipati Jipang Panolan yang masih menyimpan dendam akibat di masa lalu ayahnya dibunuh oleh sang Raja Demak. Nyawa Sunan Prawoto menjadi incaran [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em><strong>Demak 1561</strong><br />
</em>Sunan Prawoto bertahta sebagai orang pertama di Kerajaan Demak. Dialah cucu Raden Patah (pendiri Kasultanan Demak) yang naik tahta menggantikan ayahnya Sultan Trenggono yang gugur saat menaklukkan Pasuruan tahun 1546.</p>
<p style="text-align: justify;">Adalah adipati Jipang Panolan yang masih menyimpan dendam akibat di masa lalu ayahnya dibunuh oleh sang Raja Demak. Nyawa Sunan Prawoto menjadi incaran sang adipati yang masih saudara sepupunya, darah dari Raden Patah. Berhasilkah rencana Aryo Penangsang, sang bupati Jipang Panolan, membunuh Sunan Prawoto ?</p>
<blockquote><p><strong>Bagaimanakah reaksi Ratu Kalinyamat, adik Sunan Prawoto terhadap kekacauan ini ?<br />
Apa pula yang dilakukan oleh Sultan Hadiwijaya, musuh bebuyutan Aryo Penangsang sekaligus menantu Sultan Trenggono yang menjadi adipati Pajang.<br />
Dan apakah peran Danang Sutawijaya, sang cikal bakal raja besar Mataram di kisah rumit ini ?</strong></p></blockquote>
<p>Jadilah saksi sejarah awal kebesaran tanah Mataram, kerajaan besar di tanah Jawa ini hanya di :</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Pagelaran Akbar Paramabudaya 2012 UKM Djawa Tjap Parabola</strong></p>
<p style="text-align: center;">Ketoprak Asolole</p>
<p style="text-align: center;"><strong>Haryo Penangsang Mbalelo</strong></p>
<p style="text-align: center;">(GSG IT Telkom, 5 Mei 2012)</p>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 419px"><a href="http://i301.photobucket.com/albums/nn63/astro_katrok/POSTER.jpg"><img class=" " title="Haryo Penangsang" src="http://i301.photobucket.com/albums/nn63/astro_katrok/POSTER.jpg" alt="Haryo Penangsang" width="409" height="614" /></a><p class="wp-caption-text">Haryo Penangsang</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joulecar.web.id/2012/04/haryo-penangsang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>XAMPP di Linux 64bit</title>
		<link>http://joulecar.web.id/2012/04/xampp-di-linux-64bit/</link>
		<comments>http://joulecar.web.id/2012/04/xampp-di-linux-64bit/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 17 Apr 2012 10:09:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joulecar</dc:creator>
				<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[network]]></category>
		<category><![CDATA[share]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[64]]></category>
		<category><![CDATA[bit]]></category>
		<category><![CDATA[linux]]></category>
		<category><![CDATA[xampp]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joulecar.web.id/?p=400</guid>
		<description><![CDATA[XAMPP, tentunya sebuah aplikasi yang ga asing bagi segala kalangan web developer. Aplikasi tersebut berjalan lancar, baik di OS besutan Bill Gates ataupun OS dari hasil karya Linus Torvalds. Hampir semua kebutuhan web dasar dapat dipenuhi dengan aplikasi tersebut. Untuk lebih jelasnya, silakan kunjungi situs resminya saja Ketika kita akan menjalankan xampp pada linux 64 [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>XAMPP, tentunya sebuah aplikasi yang ga asing bagi segala kalangan web developer. Aplikasi tersebut berjalan lancar, baik di OS besutan <a title="Bill Gates" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Bill_Gates" target="_blank">Bill Gates</a> ataupun OS dari hasil karya <a title="Linus Torvalds" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Linus_Torvalds" target="_blank">Linus Torvalds.</a> Hampir semua kebutuhan web dasar dapat dipenuhi dengan aplikasi tersebut. Untuk lebih jelasnya, silakan kunjungi <a title="XAMPP" href="http://www.google.co.id/url?sa=t&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=web&amp;cd=1&amp;sqi=2&amp;ved=0CDkQFjAA&amp;url=http%3A%2F%2Fwww.apachefriends.org%2Fen%2Fxampp.html&amp;ei=Az6NT8qsH87HrQeaiNWUCQ&amp;usg=AFQjCNGc5NLvRxcZrB8MRP6RiYtrUCzJBg&amp;sig2=QyKUF7QoPvlWjHMk_IVBlQ" target="_blank">situs resminya</a> saja <img src='http://joulecar.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Ketika kita akan menjalankan xampp pada linux 64 bit (kali ini ane make Ubuntu 12.04 Final Beta), akan terjadi sebuah error
<pre class="brush: plain; title: ; notranslate">XAMPP is currently only availably as 32 bit application.....</pre>
<p>yap, error tersebut terjadi karena xampp di rancang untuk sistem linux 32bit.</p>
<p><span id="more-400"></span></p>
<p>Tak perlu risau atas masalah ini, solusinya cukup mudah. Kita hanya perlu menginstall sebuah library 32bit dengan cara
<pre class="brush: plain; title: ; notranslate"># apt-get install ia32-libs</pre>
<p>atau dengan cara melalui <a title="ia32-libs" href="apt:ia32-libs">link aptitude</a>. Dengan perintah tersebut, system akan melakukan download paket beserta dependensi yang cukup besar (sekitar 250mb *dapat berubah sesuai dependensi yang telah terinstal). Jadi bagi para fakir benwit harap bersabar, atau kalau perlu silakan tidur dulu <img src='http://joulecar.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Oke, setelah library terinstal, silakan dicoba kembali jalankan XAMPP nya. Semoga berhasil dan selamat bergumul dengan php <img src='http://joulecar.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joulecar.web.id/2012/04/xampp-di-linux-64bit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sinkronisasi Waktu dengan NTP pada Ubuntu</title>
		<link>http://joulecar.web.id/2012/04/sinkronisasi-waktu-dengan-ntp-pada-ubuntu/</link>
		<comments>http://joulecar.web.id/2012/04/sinkronisasi-waktu-dengan-ntp-pada-ubuntu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Apr 2012 12:30:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joulecar</dc:creator>
				<category><![CDATA[ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[network]]></category>
		<category><![CDATA[share]]></category>
		<category><![CDATA[ubuntu]]></category>
		<category><![CDATA[ntp]]></category>
		<category><![CDATA[singkronisasi]]></category>
		<category><![CDATA[sync]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joulecar.web.id/?p=396</guid>
		<description><![CDATA[Yap, mungkin sudah banyak artikel mengenai singkronisasi waktu dengan NTP. Kali ini ingin berbagi tentang cara singkronisasi waktu di ubuntu pada komputer yang berada di dalam firewall. Karena banyak settingan firewall yang memblock port NTP. tutorial ini ditulis karena saya sering lupa dengan cara ini, jadi sekalian untuk pengingat makanya ditulis di blog. Kebetulan habis [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Yap, mungkin sudah banyak artikel mengenai singkronisasi waktu dengan NTP. Kali ini ingin berbagi tentang cara singkronisasi waktu di ubuntu pada komputer yang berada di dalam firewall. Karena banyak settingan firewall yang memblock port NTP.</p>
<p>tutorial ini ditulis karena saya sering lupa dengan cara ini, jadi sekalian untuk pengingat makanya ditulis di blog. Kebetulan habis nyobain si Pangolin Beta  <img src='http://joulecar.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>untuk singkronisasi sendiri sebenarnya cukup mudah, hanya perlu perintah</p>
<pre class="brush: plain; title: ; notranslate">#ntpdate ntp.ubuntu.com</pre>
<p>namun pada kasus saya, terjadi error
<pre class="brush: plain; title: ; notranslate"> no server suitable for synchronization found</pre>
<p>saya coba mencari solusi pada manual, dan ditemukan</p>
<pre class="brush: plain; title: ; notranslate">-u     Direct ntpdate to use an unprivileged port for outgoing packets.
This is most useful when behind a firewall that blocks  incoming
traffic  to  privileged  ports, and you want to synchronise with
hosts beyond the firewall. Note that the -d option  always  uses
unprivileged ports.</pre>
<p><span id="more-396"></span></p>
<p>akhirnya saya coba
<pre class="brush: plain; title: ; notranslate">#ntpdate -u ntp.ubuntu.com</pre>
<p>akhirnya berhasil, dengan bukti munculnya tulisan
<pre class="brush: plain; title: ; notranslate">step time server 91.189.94.4 offset -25199.296101 sec</pre>
<p>dan sekali lagi saya coba dengan server lain
<pre class="brush: plain; title: ; notranslate">#ntpdate -u time.windows.com</pre>
<p>berhasil lagi, dengan tulisan
<pre class="brush: plain; title: ; notranslate">adjust time server 65.55.21.24 offset 0.020193 sec</pre>
<p>Selamat mencoba <img src='http://joulecar.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joulecar.web.id/2012/04/sinkronisasi-waktu-dengan-ntp-pada-ubuntu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebudayaan Jawa di Ibu Kota</title>
		<link>http://joulecar.web.id/2012/03/kebudayaan-jawa-di-ibu-kota/</link>
		<comments>http://joulecar.web.id/2012/03/kebudayaan-jawa-di-ibu-kota/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Mar 2012 06:54:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joulecar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Djawa]]></category>
		<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[pagelaran]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[share]]></category>
		<category><![CDATA[tradisional]]></category>
		<category><![CDATA[bharata]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[wayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joulecar.web.id/?p=389</guid>
		<description><![CDATA[Wayang orang, suatu kalimat yang tidak asing di telinga kita. Namun untuk menemukan &#8220;wujud nyata&#8221; nya tak semudah saat kita mendengarnya. Kesenian yang diciptakan oleh Sulta Hamangkurat I pada tahun 1731 tersebut merupakan perwujudan dari cerita pewayangan yang dibawakan oleh manusia sesuai karakter masing-masing wayang. Pakem cerita wayang orang tidak berbeda dengan wayang kulit, hanya [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a title="wayang orang menurut wikipedia" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Wayang_orang" target="_blank">Wayang orang</a>, suatu kalimat yang tidak asing di telinga kita. Namun untuk menemukan &#8220;wujud nyata&#8221; nya tak semudah saat kita mendengarnya. Kesenian yang diciptakan oleh Sulta Hamangkurat I pada tahun 1731 tersebut merupakan perwujudan dari cerita pewayangan yang dibawakan oleh manusia sesuai karakter masing-masing wayang. Pakem cerita wayang orang tidak berbeda dengan wayang kulit, hanya bedanya pada wayang orang masing-masing orang bertindak sebagai &#8220;pengganti&#8221; dari karakter wayang.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://lh3.googleusercontent.com/-48LeAiE-bmQ/T12St84e65I/AAAAAAAAEAo/DaSkdU5fpmQ/s640/DSC01372_resize.JPG"><img class=" " title="Gatotkaca Ngedan" src="http://lh3.googleusercontent.com/-48LeAiE-bmQ/T12St84e65I/AAAAAAAAEAo/DaSkdU5fpmQ/s640/DSC01372_resize.JPG" alt="Gatutkaca Ngedan" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Gatutkaca Ngedan</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-389"></span>Sangat jarang insan Indonesia yang masih getol mempertahankan kebudayaan asli Indonesia ini. Hanya untuk menyaksikan saja banyak yang tak berminat, apalagi untuk &#8220;berperan aktif&#8221;? Hanya tinggal beberpa tempat saja yang masih bertahan untuk mengadakan pagelaran wayang orang, salah satunya adalah gedung pertunjukan wayang orang <a title="Wayang Orang Bharata" href="https://twitter.com/#!/wobharata" target="_blank">Bharata Purwa</a> yang berlokasi di Senen, Jakarta. Gedung tersebut menyelenggarakan pagelaran wayang orang seminggu sekali, yaitu tiap hari Sabtu jam 20.00.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://lh5.googleusercontent.com/-zhZ_Qs2UhGk/T12TCh95B4I/AAAAAAAAEBA/uFFCnYeXp5w/s640/DSC01376_resize.JPG"><img class=" " title="Gatutkaca Ngedan" src="http://lh5.googleusercontent.com/-zhZ_Qs2UhGk/T12TCh95B4I/AAAAAAAAEBA/uFFCnYeXp5w/s640/DSC01376_resize.JPG" alt="Gatutkaca Ngedan" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Gatutkaca Ngedan</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Setelah mendapat ajakan dari teman untuk menonton wayang orang, tanpa pikir panjang saya langsung mengiyakan. Penasaran mencari tempat hiburan di Jakarta yang bisa benar-benar bisa me-<em>refresh</em> otak. Kebetulan saat itu jadwal pertunjukan di gedung Bharata Purwa adalah &#8220;Gatutkaca Ngedan&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertunjukannya tak jauh beda dengan cerita pakem pewayangan, hanya saja terdapat kreasi dan perubahan cerita yang bisa menarik perhatian penonton. Aksi menawan dari tari pembuka, kejenakaan para cantrik, konyolnya Punokawan, seramnya para buto hingga gagahnya Pandawa serta putra Pandawa.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://lh3.googleusercontent.com/-Xw_jjtf0nsY/T12TDsD7OjI/AAAAAAAAEBI/82ws_-iGYeM/s640/DSC01381_resize.JPG"><img class=" " title="Gatotkaca Ngedan" src="http://lh3.googleusercontent.com/-Xw_jjtf0nsY/T12TDsD7OjI/AAAAAAAAEBI/82ws_-iGYeM/s640/DSC01381_resize.JPG" alt="Gatotkaca Ngedan" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Gatotkaca Ngedan</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Meskipun sudah sering menyaksikan pagelaran wayang orang di Bandung, baik dari UKM Djawa Tjap Parabola (IT Telkom), PSTK ITB ataupun sanggar seni Ladrang Kesumo, ini adalah pengalaman pertama saya menyaksikan pagelaran wayang orang di Jakarta. Sebuah event yang dapat menghibur sekaligus melestarikan budaya jawa, bukan hanya bertajuk hura-hura.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://lh6.googleusercontent.com/-R_FGMi2Pd70/T12TMrn6hwI/AAAAAAAAEBQ/mcCpK11DnRA/s640/DSC01382_resize.JPG"><img class=" " title="Gatotkaca Ngedan" src="http://lh6.googleusercontent.com/-R_FGMi2Pd70/T12TMrn6hwI/AAAAAAAAEBQ/mcCpK11DnRA/s640/DSC01382_resize.JPG" alt="Gatotkaca Ngedan" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Gatotkaca Ngedan</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Cerita terkait :</p>
<p><a title="Reog @ Bragafest" href="http://joulecar.web.id/2009/12/reog-bragafest/" target="_blank">BragaFest</a><br />
<a title="Pagelaran Pesona Budaya" href="http://joulecar.web.id/2009/12/pesbud/" target="_blank">PesonaBudaya</a></p>
<p style="text-align: justify;">Galeri terkait :</p>
<p><a title="Pagelaran UKM Djawa" href="http://picasaweb.google.com/zwas1789/pagelaran" target="_blank">Pagelaran 1</a><br />
<a title="Kebudayaan Jawa di Ibu Kota" href="http://picasaweb.google.com/zwas1789/culture" target="_blank">Pagelaran 2</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joulecar.web.id/2012/03/kebudayaan-jawa-di-ibu-kota/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dari Pelabuhan Ratu, Sawarna Hingga Bayah</title>
		<link>http://joulecar.web.id/2012/02/sawarna-bayah/</link>
		<comments>http://joulecar.web.id/2012/02/sawarna-bayah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Feb 2012 17:01:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joulecar</dc:creator>
				<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[ikemas]]></category>
		<category><![CDATA[share]]></category>
		<category><![CDATA[Touring]]></category>
		<category><![CDATA[bayah]]></category>
		<category><![CDATA[karang hawu]]></category>
		<category><![CDATA[pelabuhan ratu]]></category>
		<category><![CDATA[sawarna]]></category>
		<category><![CDATA[tanjung layar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joulecar.web.id/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[Long weekend, sebuah istilah yang dapat membuat jalan keluar Jakarta menjadi padat. Semua warga Ibu Kota berbondong-bondong memanfaatkan waktu luang tersebut untuk merefresh kembali otak mereka yang penuh dengan pekerjaan dan penatnya Jakarta. Tak jauh berbeda dengan aku, 23 Januari 2012 merupakan hari Senin yang bertepatan dengan hari Imlek. Lumayan, ada libur tiga hari mulai [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Long weekend, sebuah istilah yang dapat membuat jalan keluar Jakarta menjadi padat. Semua warga Ibu Kota berbondong-bondong memanfaatkan waktu luang tersebut untuk merefresh kembali otak mereka yang penuh dengan pekerjaan dan penatnya Jakarta.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak jauh berbeda dengan aku, 23 Januari 2012 merupakan hari Senin yang bertepatan dengan hari Imlek. Lumayan, ada libur tiga hari mulai dari hari sabtu hingga senin. Bersama beberapa teman telah merencanakan agenda untuk memanfaatkan momentum ini dengan kegiatan di luar Jakarta. Pantai Sawarna menjadi tujuan utama kami, mengingat disekitar pantai tersebut masih banyak obyek wisata yang dapat kami kunjungi. Kali ini kami mengambil rute Depok &#8211; Bogor &#8211; Cikidang &#8211; Pelabuhan Ratu &#8211; Bayah. Peserta berjumlah 8 orang dengan 4 sepeda motor.</p>
<p style="text-align: justify;">Berangkat dari Depok pada pukul 5 pagi, rombongan menuju terminal Baranangsiang, Bogor untuk menjemput seorang teman. Jam 6 pagi kami memutuskan untuk beristirahat sejenak di bogor sambil menyabu di warung bubur pinggir jalan. Setelah itu perjalanan dilanjutkan, sekitar pukul 7 pagi rombongan kembali beristirahat di sebuah pom bensin sekitar Cicurug. Istirahat kali ini cukup lama, karena 4 orang rombongan harus mengantri untuk &#8220;ritual pagi&#8221;. Sekitar 1 jam kami beristirahat, perjalanan kami lanjutkan.<span id="more-379"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya sampai juga ke wilayah Cikidang. Di jalur ini medan cukup berat, jalanan yang basah, menanjak dan berkelok-kelok membuat rombongan harus ekstra hati-hati. Disini ada motor seorang teman yang mengalami rem blong, karena kehabisan oli cakram, sehingga kami harus kembali berhenti di sebuah bengkel untuk membenahinya.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://lh5.googleusercontent.com/-cQYOw1AaexA/TzaWFKHGN2I/AAAAAAAADz8/zqa0Ra039dk/s640/405532_3132123390895_1499085999_3018096_1312836885_n.jpg"><img class=" " title="Karang Hawu" src="http://lh5.googleusercontent.com/-cQYOw1AaexA/TzaWFKHGN2I/AAAAAAAADz8/zqa0Ra039dk/s640/405532_3132123390895_1499085999_3018096_1312836885_n.jpg" alt="Karang Hawu" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Pantai Karang Hawu</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Sekitar pukul 10, rombongan telah menginjakkan kaki di Pelabuhan Ratu. Disana kami beristirahat sambil menikmati mie ayam di tepi pantai. Lelah sudah mulai berkurang, saatnya kembali melanjutkan perjalanan. Pemberhentian selanjutnya adalah Pantai Karanghawu. Disana kami disuguhkan pantai dengan hamparan karang dan suara deburan ombak yang menghantam karang. Di pantai ini kami menikmati suasana sambil menyegarkan diri dengan es degan.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://lh3.googleusercontent.com/-UyAyJd5QIk8/TzaWAV33laI/AAAAAAAADzs/76-tbnI6YQE/s640/396040_3132130471072_1499085999_3018107_1770212800_n.jpg"><img class=" " title="Selamat Datang di Sawarna" src="http://lh3.googleusercontent.com/-UyAyJd5QIk8/TzaWAV33laI/AAAAAAAADzs/76-tbnI6YQE/s640/396040_3132130471072_1499085999_3018107_1770212800_n.jpg" alt="Selamat Datang di Sawarna" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Selamat Datang di Sawarna</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan kembali kami lanjutkan. Disepanjang jalan, pemandangan pantai dan tebing banyak kami jumpai. Indahnya alam membuat rasa lelah ini seperti tak terasa. Pukul 3 sore kami sampai di desa sawarna. Untuk memasuki desa ini, kami harus menyeberang melalui jembatan gantung. Disana kami sempat kesulitan menemukan homestay karena ada rombongan dari semarang yang telah membooking hampir semua homestay yang ada. Setelah berbincang dengan warga setempat, akhirnya kami memutuskan untuk menginap di rumah salah seorang warga. Disana hanya tinggal tersisa 1 kamar, sehingga rombongan yang cowok harus tidur di ruang tamu.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://lh6.googleusercontent.com/-2_beBZURmuo/TzaV_fJG6qI/AAAAAAAADzk/-kXThGHaT_0/s640/325658_3136782787377_1499085999_3019512_2015186919_o.jpg"><img class=" " title="Jembatan Desa Sawarna" src="http://lh6.googleusercontent.com/-2_beBZURmuo/TzaV_fJG6qI/AAAAAAAADzk/-kXThGHaT_0/s640/325658_3136782787377_1499085999_3019512_2015186919_o.jpg" alt="Jembatan Desa Sawarna" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Jembatan Desa Sawarna</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Kami hanya menyewa tempat, karena memang dari awal kami berencana untuk memasak sendiri. Lokasi belanja bahan masakan cukup jauh, yakni di Bayah yang berjarak sekitar 6 km dari Desa Sawarna. Setelah berbelanja, kami langsung menuju pantai Sawarna untuk menikmati sunset. Mendung tipis memang menghalangi matahari di ufuk barat, namun itu semua tak mengurangi keceriaan kami bermain di pantai. Ombak di pantai ini memang sangat bagus, banyak yang memanfaatkan untuk surfing. Suasana gelap sudah menyelimuti pantai, saatnya kami kembali ke penginapan untuk memasak makan malam dan beristirahat.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://lh4.googleusercontent.com/-ZXcJ9_NIoiw/TzaWCvs_PHI/AAAAAAAADz0/UmoZpPDVG_8/s640/398762_3132145311443_1499085999_3018127_1640924214_n.jpg"><img class=" " title="Sepanjang Pantai Sawarna" src="http://lh4.googleusercontent.com/-ZXcJ9_NIoiw/TzaWCvs_PHI/AAAAAAAADz0/UmoZpPDVG_8/s640/398762_3132145311443_1499085999_3018127_1640924214_n.jpg" alt="Sepanjang Pantai Sawarna" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Sepanjang Pantai Sawarna</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Pagi harinya kami kembali memasak sarapan, kali ini menunya nasi goreng. Setelah sarapan, perjalanan kami lanjutkan dengan berjalan kaki. Sekitar setengah jam menyusuri pantai, sampailah kami ke Tanjung Layar. Sebuah pantai yang dikelilingi karang dengan cirihas dua buah karang besar yang menonjol.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://lh4.googleusercontent.com/-qc9QW9xPsf8/TzaV4xm-LUI/AAAAAAAADzc/ugW3VnTlNT8/s640/328728_3136788227513_1499085999_3019526_169123356_o.jpg"><img class=" " title="Tanjung Layar" src="http://lh4.googleusercontent.com/-qc9QW9xPsf8/TzaV4xm-LUI/AAAAAAAADzc/ugW3VnTlNT8/s640/328728_3136788227513_1499085999_3019526_169123356_o.jpg" alt="Tanjung Layar" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Tanjung Layar</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Setelah dari Tanjung Karang, kami menuju penginapan untuk bebersih dan checkout. Perjalanan kami lanjutkan ke daerah Bayah, disana kami kembali menyewa sebuah penginapan untuk meletakkan barang bawaan kami. Setalah dari penginapan, kami menuju ke sebuah gua (lupa namanya) di sekitar sawarna. Cukup sulit untuk mencapai gua tersebut, karena kami harus melewati hamparan pantai yang panjang. Gua tersebut dipenuhi kelelawar, sehingga kami hanya bisa memandangnya dari luar.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://lh5.googleusercontent.com/-VHo6_gcR-Ks/TzaWFcGt8cI/AAAAAAAAD0A/0WYBxwI2VW8/s640/401983_3132150191565_1499085999_3018133_1525737993_n.jpg"><img class=" " title="Pantai Dekat Gua" src="http://lh5.googleusercontent.com/-VHo6_gcR-Ks/TzaWFcGt8cI/AAAAAAAAD0A/0WYBxwI2VW8/s640/401983_3132150191565_1499085999_3018133_1525737993_n.jpg" alt="Pantai Dekat Gua" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Pantai Dekat Gua (entah apa namanya)</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Setelah matahari hampir tenggelam, kami menuju ke Pulau Manuk untuk menikmati sunset. Disana kami bermain air karena memang ombaknya yang tak cukup besar dan tidak terlalu berbahaya karena tidak menghadap langsung ke laut lepas. Malam telah menyelimuti pulau Manuk, rombonganpun kembali menuju penginapan mengendarai motor dengan pakaian yang basah.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah bebersih, kami mencari makan malam. Kurang afdhol rasanya kalo bermain di pantai tanpa menikmati ikan bakar. Akhirnya kami membeli ikan bakar untuk disantap bersama di penginapan.  Sore ini adalah obyek wisata terahir yang kami kunjungi. Kami harus beristirahat karena besok pagi harus melanjutkan perjalanan kembali ke Jakarta.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://lh6.googleusercontent.com/-m625vCtl7Pw/TzaZPxIU3GI/AAAAAAAAD0c/va6nhfShxUw/s640/403720_3132154151664_1499085999_3018138_619794516_n.jpg"><img class=" " title="Pulau Manuk" src="http://lh6.googleusercontent.com/-m625vCtl7Pw/TzaZPxIU3GI/AAAAAAAAD0c/va6nhfShxUw/s640/403720_3132154151664_1499085999_3018138_619794516_n.jpg" alt="Pulau Manuk" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Pulau Manuk</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Alhamdulillah, kami bersyukur karena dua hari perjalanan tidak turun hujan. Baru paginya hujan turun dengan lebatnya, seolah menahan kami untuk tidak meninggalkan bayah. Setelah hujan agak reda, kami memaksakan untuk melanjutkan perjalanan dengan mengenakan jas hujan. Rute yang kami tempuh kali ini adalah arah Pelabuhan Ratu &#8211; Warungkiara &#8211; Cibadak &#8211; Bogor &#8211; Depok.</p>
<p><iframe width="500" height="281" src="http://www.youtube.com/embed/r5FR2Vnxe2w?feature=oembed" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joulecar.web.id/2012/02/sawarna-bayah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menikmati Kesunyian Gunung Halimun Salak</title>
		<link>http://joulecar.web.id/2012/02/halimun-salak/</link>
		<comments>http://joulecar.web.id/2012/02/halimun-salak/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Feb 2012 04:12:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Joulecar</dc:creator>
				<category><![CDATA[hiburan]]></category>
		<category><![CDATA[ikemas]]></category>
		<category><![CDATA[pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[share]]></category>
		<category><![CDATA[Touring]]></category>
		<category><![CDATA[bogor]]></category>
		<category><![CDATA[halimun]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[salak]]></category>
		<category><![CDATA[sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[taman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://joulecar.web.id/?p=372</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu, 12 November 2011 tak bedanya dengan hari sabtu Lain. Namun kali ini kami membuat rencana untuk menyegarkan otak yang mulai penat dengan kerjaan. Dimulai dari ide seorang kawan untuk menjelajahi taman nasional Gunung Halimun (TNGH), kami pun mulai membuat rencana dan rute yang akan kami tempuh dengan motor. Akhirnya kami memutuskan untuk mengambil jalur [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sabtu, 12 November 2011 tak bedanya dengan hari sabtu Lain. Namun kali ini kami membuat rencana untuk menyegarkan otak yang mulai penat dengan kerjaan. Dimulai dari ide seorang kawan untuk menjelajahi taman nasional Gunung Halimun (TNGH), kami pun mulai membuat rencana dan rute yang akan kami tempuh dengan motor. Akhirnya kami memutuskan untuk mengambil jalur Depok-Bogor-Parungkuda-Kabandungan-TNGH</p>
<p style="text-align: justify;">Hanya tiga orang yang berangkat, namun itu tidak menyurutkan semangat kami untuk menuju salah satu taman nasional di Jawa Barat tersebut. Jumat malam, kami berkumpul di Depok. Sabtu pagi, pukul 04.00 kami memulai perjalanan dari depok dengan arah Jalan Sukabumi. Pukul 05.30 kami beristirahat dan sholat Subuh di daerah cicurug, sekalian mencari sarapan dan menunaikan beberapa ritual pagi <img src='http://joulecar.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> .</p>
<p style="text-align: justify;">Di pertigaan Parungkuda, kami ambil jalur ke kanan untuk menuju Gunung Halimun. Cukup senang rasanya ketika pukul 07.00 kami menemukan pos pengunjung TNGH di Kabandungan, tanpa basa basi kami pun langsung masuk dan melapor. Sedikit tercengang ketika penjaga mengatakan bahwa TNGH masih sekitar 30km. Sial, dikira sudah dekat. Kami pun kembali melanjutkan perjalanan, dengan perkiraan 1 jam perjalanan akan sampai ke tujuan. Namun harapan itu mulai sirna ketika kami menemukan jalan yang semakin kecil dan sangat menyiksa bagi pengendara motor. Karena jalan tersebut hanya berupa tumpukan batu yang tajam dan cukup licin. Kami masih terus optimis dan berharap jalan batu akan berahir beberapa kilo meter lagi.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="https://lh3.googleusercontent.com/-PfzeR019_TE/TsILCIxkK1I/AAAAAAAADrk/oiKbsGQisEo/s640/DSC00680.JPG"><img class=" " title="TNGH" src="https://lh3.googleusercontent.com/-PfzeR019_TE/TsILCIxkK1I/AAAAAAAADrk/oiKbsGQisEo/s640/DSC00680.JPG" alt="TNGH" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Plang Selamat Datang TNGH</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-372"></span>Kami cukup lega ketika mendapatkan sebuah papan selamat datang, ditengah hutan yang cukup sunyi, tak ada suara kendaraan selain dari dua motor yang kami tunggangi. Tak lama kemudian ada suara truk dari arah berlawanan. Kami pun bertanya kepada sopir truk tentang jarak ke TNGH. Sekali lagi kami tercengang ketika sopir itu mengatakan jaraknya masih sekitar 15 km lagi, dan apes nya lagi jalan yang akan dilewati semuanya adalah jalan batu. Akhirnya kami beristirahat sejenak sambil menghela nafas. Meregangkan otot-otot yang lelah menahan stang motor untuk tetap jalan stabil. Foto-foto narsis di tengah rindangnya hutan menjadi opsi wajib.</p>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan kami lanjutkan, dengan hati-hati kami berjalan ditengah licinnya jalanan batu. Sesekali kami menemui sekelompok warga yang nampaknya akan pergi ke hajatan di desa seberang (seberang gunung kali ya).  Sekitar pukul 11.30 kami sampai ke Research Station Cikaniki, disana kami menemui seorang penjaga dan berbincang tentang TNGH. Kami memarkirkan motor disana dan melanjutkan berjalan ke tengah hutan untuk menikmati udara segar. Nampaknya hujan akan segera turun, dan kami pun kembali ke research station untuk berteduh.</p>
<p style="text-align: justify;">Hujan sudah reda, kami pun melanjutkan perjalanan untuk mencari penginapan. Sekitar 5km dari research station kami mendapati sebuah kampung kecil yang bernama Citalahap. Disana terdapat rumah-rumah warga yang sekaligus sebagai homestay untuk para wisatawan. Tempatnya sungguh asri, sunyi dan warganya sangat ramah.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://lh4.googleusercontent.com/-WlilJwWPcoc/TsINSNyFQtI/AAAAAAAADs0/Oqv4hYLkvuI/s640/DSC00699.JPG"><img class=" " title="Curug Macan" src="http://lh4.googleusercontent.com/-WlilJwWPcoc/TsINSNyFQtI/AAAAAAAADs0/Oqv4hYLkvuI/s640/DSC00699.JPG" alt="Curug Macan" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Plang menuju ke Curug Macan</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Setelah beristirahat sejenak dan menaruh bekal di penginapan, kami pun melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki menuju Curug Macan yang berjarak kurang lebih 2km. Nampaknya taman nasional ini kurang terawat, banyak fasilitas yang rusak dan tidak dapat dipakai lagi.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://lh3.googleusercontent.com/-udDTNBLCjfw/TsIO6w2p_7I/AAAAAAAADt0/Oly3ekKOUwE/s640/DSC00731.JPG"><img class=" " title="Indahnya Pemandangan" src="http://lh3.googleusercontent.com/-udDTNBLCjfw/TsIO6w2p_7I/AAAAAAAADt0/Oly3ekKOUwE/s640/DSC00731.JPG" alt="Indahnya Pemandangan" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Indahnya Pemandangan</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Setelah puas berfoto dan bermain air di curug macan, kami pun kembali ke penginapan. Untuk makan malam, kami memasak mie instan yang telah kami bawa dan mendapatkan nasi putih dari pemilik rumah. Alhamdulillah, sebuah perjalanan yang cukup berkesan untuk menutup hari ini dengan mimpi.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://lh5.googleusercontent.com/-B2AgEL68qPE/TsIOehzILfI/AAAAAAAADtk/oYKobbvIxsg/s640/DSC00720.JPG"><img class=" " title="HomeStay" src="http://lh5.googleusercontent.com/-B2AgEL68qPE/TsIOehzILfI/AAAAAAAADtk/oYKobbvIxsg/s640/DSC00720.JPG" alt="HomeStay" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Rumah yang kami singgahi</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Pagi hari, kami menuju ke tempat yang konon sering muncul elang jawa. Kami duduk-duduk disana menanti elang jawa sambil menghirup segarnya udara yang ga akan kami temui di Jakarta. Setelah sekian lama menunggu, kami tak menemukan satu pun sosok elang, Mungkin karena kami kesiangan. Kembali, foto narsis pun menjadi pilihan.</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah agak siang, kami pun memutuskan untuk kembali. Mandi Pagi dan sarapan di homestay menjadi lebih nikmat karena pikiran kami benar-benar segar dan suasana yang sangat berbeda dari sumpeknya Jakarta. Kami pun berkemas untuk kembali ke Jakarta. Kali ini kami memilih jalur yang berbeda dari jalur berangkat. Dari Citalahap, kami menuju arah Malasari yang memiliki jalur batu lebih pendek.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://lh6.googleusercontent.com/-J23m0Fn0N8Q/TsIQL864cYI/AAAAAAAADuc/tHgVoYcRX3M/s640/DSC00757.JPG"><img class=" " title="Pintu Selamat Datang" src="http://lh6.googleusercontent.com/-J23m0Fn0N8Q/TsIQL864cYI/AAAAAAAADuc/tHgVoYcRX3M/s640/DSC00757.JPG" alt="Selamat Datang" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Gerbang masuk dari arah Malasari</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Setelah sampai malasari, kami tidak langsung mengambil jalur ke bogor. Terlebih dahulu kami menuju tempat yang dahulunya digunakan sebagai kantor administrasi sementara Bogor pada saat penjajahan. Disana kami pun berbincang dengan sesepuh desa, dan mendapatkan cerita tentang perjuangan para warga untuk menyelamatkan bogor dan tetap menjadikan bogor sebagai kuasa pribumi.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari sudah semakin siang, kami pun memutuskan untuk kembali. Jalur ke Bogor cukup terjal. dan beberapa kali pembonceng harus berjalan kaki karena motor tak sanggup untuk melewati tanjakan yang sangat tinggi. Akhirnya kami pun sampai Bogor pada jam 14.00.</p>
<p style="text-align: justify;">Sambil makan siang dan ngobrol, kami membuat rencana selanjutnya. Pada hari  itu Timnas Seagames akan menjamu Thailand di GBK. Karena diperkirakan pukul 18.00 kami belum sampai rumah masing-masing, akhirnya kami memutuskan untuk langsung menuju GBK untuk memberikan semangat pada garuda muda.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="" class="wp-caption aligncenter" style="width: 394px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://lh3.googleusercontent.com/-iSSKp0YQS7E/TsIRoYWraQI/AAAAAAAADvU/DPnQABLB_P0/s640/DSC00770.JPG"><img class=" " title="Tiket GBK" src="http://lh3.googleusercontent.com/-iSSKp0YQS7E/TsIRoYWraQI/AAAAAAAADvU/DPnQABLB_P0/s640/DSC00770.JPG" alt="Tiket GBK" width="384" height="288" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Tiket Indonesia vs Thailand</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Perjalanan pun berahir, setelah nonton sepak bola dan dilanjutkan makan malam, kami kembali ke rumah masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">Galery : <a title="Galery di picasa" href="http://picasaweb.google.com/112387343562660580824/HalimunGBK#" target="_blank">Picasa</a></p>
<p style="text-align: justify;">Video : <a title="Video di Youtube" href="http://www.youtube.com/watch?v=4gYVTUze0hI" target="_blank">Yutube</a></p>
<p><iframe width="500" height="375" src="http://www.youtube.com/embed/4gYVTUze0hI?feature=oembed" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://joulecar.web.id/2012/02/halimun-salak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
